Sleman

Sartono Temukan Batuan Berelief Saat Gali Kolam Ikan, Diduga Bagian Dari Candi

Sartono Temukan Batuan Berelief Saat Gali Kolam Ikan, Diduga Bagian Dari Candi

Sartono Temukan Batuan Berelief Saat Gali Kolam Ikan, Diduga Bagian Dari Candi
Tribun Jogja/ Santo Ari
Warga memeriksa batuan yang diduga berasal dari bagian candi di wilayah Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Selasa (2/4/2019. 

TRIBUNJOGJA.COM - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menduga ada candi di Dusun Duwet, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan.

Hal itu didasarkan seringkali ditemukannya batuan purbakala di tanah yang digali oleh warga.

Seperti yang dialami Sartono (62) warga Dusun Duwet, yang menemukan batuan diduga bagian dari candi, saat sedang menggali tanah untuk membuat kolam ikan.

Ia mengaku tidak kaget dengan penemuan tersebut, hal itu lantaran sudah sejak lama warga termasuk dirinya menemukan batu-batuan serupa ketika menggali tanah.

Baca: Polsek Depok Barat Ringkus Sindikat Pencuri Motor Asal Lampung

Setidaknya ada sekitar 20 batuan yang diduga adalah bagian dari candi tergeletak begitu saja. Bahkan ada juga yang ditemukan di saluran air.

Walaupun batuan itu sudah pecah menjadi beberapa bagian, namun relief yang berada di batuan tersebut masih dapat terlihat.

Ia pun menduga masih banyak batuan terpendam di sekitar area kolam yang ia gali. Karena hal itu pula, batuan yang ia temukan hanya dibiarkan di dasar dan pinggir kolam.

Baca: BKPPD Gunungkidul Masih Tunggu informasi Resmi tentang CPNS 2019

"Dulu mau saya jadikan pondasi kolam, namun karena peninggalan sejarah dan tidak boleh, maka hanya dibiarkan disitu saja," ujarnya saat ditemui Selasa (2/4/2019)

Meski banyak ditemukan batuan bersejarah, ia mengaku keberatan kalau dilakukan ekskavasi. Hal itu dikarenakan hampir semua area yang ditemukan batu telah menjadi kolam ikan.

"Biaya pembuatannya juga sudah terlanjur banyak, lagian belum tentu ada candi di bawahnya," kilahnya.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelamatan, Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY Muhammad Taufik saat dikonfirmasi, menduga ada candi di lokasi penemuan batuan di Dusun Duwet tersebut. Ia memaparkan, candi dibangun di area yang dekat dengan sumber air.

"Ada indikasi bahwa di situ ada mata air, dekat sumber air lah. Kalau tidak dekat dengan sungai ya mata air," paparnya.

Menurutnya, jika betul di lokasi itu pernah berdiri candi, maka ukurannya tak jauh beda dengan Candi Kalasan atau Candi Kedulan. Ia memperkirakan candi tersebut didirikan pada masa kejayaan Hindu atau pada abad 7-8 masehi.(tribunjogja)

Penulis: nto
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved