Techno

Peneliti ESET : Pengembang Game Asia jadi Target Serangan Malware

Peneliti ESET : Pengembang Game di Benua Asia jadi Target Serangan Malware

Peneliti ESET : Pengembang Game Asia jadi Target Serangan Malware
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh (kanan) 

TRIBUNJOGJA.COM - Game menjadi candu bagi siapa saja yang tidak pandang umur dan strata sosial.

Terlebih dengan adanya smartphone semakin memudahkan orang untuk bermain game secara online.

Seperti yang ESET lihat, pengembang game di Asia terus menjadi target dengan serangan rantai pasokan yang mendistribusikan malware yang ditandatangani secara sah ke semua pengguna mereka.

Hal ini bukan pertama kalinya industri game menjadi sasaran peretas yang mengkompromikan pengembang game, memasukkan backdoor ke dalam game dan kemudian menyebarkan malware mereka sebagai perangkat lunak yang sah.

Peneliti ESET baru-baru ini menemukan dua game dan satu aplikasi platform game yang berhasil dioprek untuk memasukkan backdoor.

Mengingat popularitas aplikasi yang sudah diracuni oleh peretas masih didistribusikan oleh pengembangnya, tidak mengherankan jika jumlah korbannya mencapai puluhan bahkan ratusan ribu.

Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan, yang menarik dari temuan ESET adalah saat malware diperiksa untuk mengetahui apakah bahasa sistemnya menggunakan Rusia atau Tiongkok.

"Malware didesain oleh pengembangnya untuk tidak menyerang pada komputer yang dikonfigurasi menggunakan dua bahasa tersebut," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribunjogja.com, Senin (1/4/2019)

Melihat fenomena serangan ini, penggunaan backdoor menimbulkan banyak dugaan karena fungsinya yang luas.

Salah satunya adalah spionase atau alasan lainnya, seperti mencari keuntungan finansial.

"Apa pun alasan di balik serangan tersebut, jelas jika pasar Asia menjadi target mereka yang ke depan mungkin bisa digunakan untuk pekerjaan yang lebih besar,"pungkasnya. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved