Jawa

Menelisik Jejak Diponegoro dalam Pameran Literasi Sejarah di Kota Magelang

Ada juga 40 lukisan repro lain karya dari seniman lain yang menceritakan kisah Diponegoro dari kecil, tumbuh besar, hingga kisah perjuangannya.

Menelisik Jejak Diponegoro dalam Pameran Literasi Sejarah di Kota Magelang
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triyana Wulandari; Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, melihat lukisan diponegoro karya Haris Purnomo pada pameran literasi sejarah di Museum BPK Kota Magelang, Jumat (29/3/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka Pameran Literasi Sejarah Nasional di Museum BPK RI di kompleks eks-Karesidenan Kedu atau Bakorwil II Kota Magelang, Jumat (29/3/2019).

Pameran menjadi satu dari beberapa kegiatan dalam program Gerakan Melek Sejarah (Gemes) yang ditujukan untuk masyarakat agar mereka dapat lebih melek sejarah.

Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triyana Wulandari, mengatakan, pameran dibuka dari Jumat (29/3/2019) hingga Minggu (31/3/2019) di Museum BPK RI, Kota Magelang.

Baca: 8 Langkah Mudah Quick and Fresh Make Up Look dari Emina Cosmetics

Dari pantauan Tribunjogja.com, banyak hal menarik dipamerkan dalam pameran ini.

Mulai dari buku sejarah yang berjumlah sekitar 50 judul, alat pembelajaran interaktif seperti aplikasi atlas, buku digital, film pendek dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan sejarah.

"Dalam pameran ini, tersedia berbagai macam buku yang menarik. Mulai dari buku sejarah, dari bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan lainnya. Ada juga alat pembelajaran interaktif yang menari. Pameran ini dikemas sedemikian rupa untuk menarik minat anak-anak muda," ujar Triyana, Jumat (29/3/2019).

Lanjut Triyana, Pangeran Diponegoro menjadi fokus dalam pameran sejarah kali ini.

Tanggal 28 Maret ini menjadi 189 tahun kisah penangkapan pangeran diponegoro, saatditangkap oleh Belanda pada tahun 1830 lalu.

Bahkan ada juga lukisan karya dari Haris Purnomo dan Ronald Manullang yang menggambarkan Pangeran Diponegoro.

Baca: Hampir Dua Jam Sri Mulyani Indrawati Nikmati Lukisan Babad Diponegoro

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved