Sport

Atlet Pelatnas Panjat Tebing Siap Jalani Rangkaian IFSC World Cup

Sembilan atlet panjat tebing Indonesia bakal melakoni rangkaian tour World Championship di sejumlah negara Asia dan Eropa.

Atlet Pelatnas Panjat Tebing Siap Jalani Rangkaian IFSC World Cup
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Sembilan atlet Pelatnas panjat tebing yang akan ambil bagian dalam IFCS World Cup. Pelepasan berlangsung di Komplek Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (30/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sembilan atlet panjat tebing Indonesia, yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), sekaligus seleksi Pra-Olimpiade, di Yogyakarta, bakal melakoni rangkaian tour World Championship di sejumlah negara Asia dan Eropa.

Kesembilan atlet itu, berisikan personel Asian Games 2018, seperti Aspar Jaelolo, Alfian Fajri, Nurul Iqamah, dan Aries Susanti Rahayu.

Lalu, lima sisanya diisi oleh pendatang baru, layaknya Temi Teli Lasa, Fathur Roji, Rifaldi Ode Wijaya, Salsabila, serta Chairul Umi. 

 

Baca: Posong Temanggung, Tempat Wisata Alam Alternatif Menikmati Golden Sunrise

Manajer Pelatnas Panjat Tebing, Pristiawan Buntoro mengatakan, para atletnya akan ambil bagian dalam International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup di Meringen, Swiss, pada 3-8 April, kemudian langsung berlanjut ke Moscow, Rusia, 9-14 April.

"Setelah dari Moscow itu, kita akan menggelar training camp di Tyumen, Rusia, selama 10 hari. Nah, usai TC, kita bertolak ke China untuk dua kejuaraan dunia," ucapnya, di lokasi Pelatnas, di Komplek Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (30/3/2019).

Benar saja, seusai TC di Rusia, anak asuhnya langsung menjalani lanjutan IFSC World Cup di Chongqing, China pada 25-28 April dan menuju Tai'an, China 11-15 Mei.

Seusai itu, barulah kontingen Indonesia akan kembali ke Yogyakarta, untuk melakoni lanjutan Pelatnas.

Baca: Tak Hanya Hutan Pinus Mangunan, Bantul Juga Miliki Wisata Adrenalin Panjat Tebing Via Ferrata

"Ya, habis itu kita baru pulang ke Indonesia, kita akan berlatih lagi di Yogyakarta, sebelum bulan Juli depan kita berangkat lagi, ada tiga seri kejuaraan dunia," ungkap Pristiawan.

Ia pun menjelaskan, sepulang dari lima kegiatan awal ini, pihaknya akan melakukan evaluasi performa kesembilan atlet tersebut.

Sehingga, tidak menutup kemungkinan, akan ada pemanjat tebing yang terpaksa dipulangkan, andai grafiknya tidak memuaskan.

"Nanti, evaluasi pertama akan dilakukan setelah trip pertama, lima seri kejuaraan dunia ini selesai. Jadi, Mei kita pulang, kita putuskan, mana yang terdegradasi, mana yang masuk, kira-kira begitu," ujarnya.

Baca: Aries Spiderwoman Susanti Serahkan Medali dan Koleksi Pribadi ke Museum Olahraga Nasional

Lebih lanjut, melalui Pelatnas ini, Pristiawan berharap, atletnya mampu melakukan persiapan sebaik mungkin, demi memburu kesempatan tampil di Olimpiade Tokyo, pada 2020 mendatang.

Namun, pelatihan tak bisa difokuskan di satu titik, karena harus mengejar peringkat 20 besar dunia.

"Syarat untuk kualifikasi Olimpiade di Touluse bulan November itu, harus peringkat 20 besar dunia tahun 2019. Jadi, kita juga harus mengejer peringkat, agar bisa ikut event tersebut," pungkasnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved