Kota Magelang

Serapan Kartu Tani di Kota Magelang Kurang Optimal

Lebih dari 15 Provinsi di Indonesia tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara melaksanakan ujicoba penggunaan kar

Serapan Kartu Tani di Kota Magelang Kurang Optimal
Ilustrasi: kartu tani 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang mengintensifkan edukasi kepada para penyuluh pertanian dan kelompok tani (poktan).

Hal ini karena penggunaan Kartu Tani di Kota Magelang sendiri masih kurang optimal.

Serapannya rendah, dan banyak kendala lain yang menghambat program nasional tersebut.

"Kinerja penyuluh sangat kami diandalkan dalam penyusunan kebutuhan pupuk bersubsidi hingga implementasi penebusan pupuk melalui Kartu Tani di Kota Magelang agar dapat digunakan maksimal. Selama ini banyak kendala sehingga serapannya masih rendah," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Magelang Eri Widyo Saptoko, Kamis (28/3/2019).

Baca: Ribuan Kartu Tani di Gunungkidul Belum Dapat Digunakan

Eri mengatakan petani di Kota Magelang sudah memanfaatkan Kartu Tani untuk membeli pupuk bersubsidi.

Namun, serapan masih rendah. Beberapa faktor menyebabkan masalah tersebut, seperti masih diijinkannya proses penebusan pupuk bersubsidi oleh petani secara manual.

Kesempatan untuk pembelian pupuk bersubsidi di Kios Pupuk Lengkap (KPL) lain juga masih terbuka.

Faktor lainnya adalah kendala pengairan atau irigasi, karena sampai saat ini saluran irigasi Kali Bening yang diandalkan masih dalam tahap rehabilitasi dan diperkirakan selesai bulan Agustus 2019.

“Pemupukan itu kan harus ada pengairan, sehingga ketika ada keterbatasan air irigasi, petani otomatis tidak bisa melakukan pemupukan,” ujarnya.

Baca: 77.766 Kartu Tani Segera Didistribusikan di DIY

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved