MotoGP

Pengadilan Banding MotoGP Keluarkan Putusan Terkait Winglet Ducati

Dengan putusan tersebut, otomatis penggunaan perangkat di bagian bawah motor yang disebut Ducati sebagai pendingin adalah legal.

Pengadilan Banding MotoGP Keluarkan Putusan Terkait Winglet Ducati
gridoto.com
Protes tim MotoGP soal winglet Ducati di Qatar 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah mendengarkan keterangan dari berbagai pihak, pengadilan banding MotoGP akhirnya memutuskan bahwa Ducati tidak bersalah.

Dengan putusan tersebut, otomatis penggunaan perangkat di bagian bawah motor yang disebut Ducati sebagai pendingin adalah legal.

Perselisihan winglet di motor Ducati ini bermula di MotoGP Qatar, di mana pebalap Ducati, Andrea Dovizioso tampil sebagai yang tercepat.

Empat tim MotoGP, yaitu Honda, Suzuki, Aprilia, dan KTM mengajukan protes kepada pemegang otoritas.

Baca: Jadwal Liga Champion Siaran Langsung Liverpool vs Porto, Klopp Tak Mau Anggap Lawannya Tim Underdog

Baca: 2 Tahap Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SBMPTN dan Cara Daftar UTBK 2019 Gelombang II

Sampai pekan lalu, pengadilan banding FIM MotoGP menggelar pendapat dari pihak Ducati, yang diwakili oleh kepala teknisi Ducati, Gigi Dall'Igna dan koordinator teknis Ducati, Fabiano Sterlacchini.

Empat perwakilan dari tim yang mengajukan protes juga turut hadir di pertemuan yang berlokasi di Jenewa, Swiss.

Dilansir Tribunjogja.com dari laman Crash, Rabu (27/3/2019), pengadilan bandingMotoGP membenarkan penggunaan perangkat pendingin di motor Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci dan Jack Miller selama balapan seri Qatar adalah sah.

Meski begitu keempat tim yang memprotes penggunaan perangkat di bagian swingarm, di depan roda belakang di mesin GP19 belum puas dengan keputusan tersebut.

Perwakilan dari pengadilan banding menyampaikan, "Para tim yang protes masih menganggap bahwa alat tersebut adalah aerodinamis dan tidak diperkenankan menurut peraturan teknis MotoGP."

Ducati meyakini klarifikasi Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge, di mana GP Qatar memungkinkan untuk penggunaan perangkatnya.

Perangkat yang dituduhkan itu diizinkan pemakaiannya dalam balapan basah, sebagai metode pembersihan air, namun tidak diizinkan saat balapan kering.

( Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: ose
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved