Gamer Muslim di India Boikot PUBG Lantaran Dinilai Telah Menghina Kabah

Para gamer muslim di India membuat sebuah kampanye boikot game PUBG melalui media sosial dengan hashtag #boycottPUBG

Gamer Muslim di India Boikot PUBG Lantaran Dinilai Telah Menghina Kabah
Abacus
Desain keranjang ulangtahun dalam permainan PUBG yang dipermasalahkan oleh gamer di India lantaran bentuknya yang menyerupai kabah 

Gamer Muslim di India Boikot PUBG Lantaran Dinilai Menghina Kabah

TRIBUNJOGJA.com - Para gamer muslim di India mengkampanyekan gerakan boikot game PUBG. Ini terjadi setelah para pemain menemukan adanya keranjang hadiah yang bentuknya menyerupai kabah.

Item itu merupakan bagian dari keranjang ulang tahun PUBG yang diperkenalkan minggu lalu untuk merayakan ulang tahun satu tahun permainan buatan Tencent tersebut. Keranjang hadiah dalam game itu membuat marah gamer muslim karena bentuknya yang sangat mirip dengan kabah.

Mereka pun membuat sebuah kampanye boikot game PUBG melalui media sosial dengan hashtag #boycottPUBG. Banyak di antaranya menghapus game tersebut, bahkan mereka membuat petisi melalui situs change.org.

Mereka mendesak Tencent untuk meminta maaf dan mengganti keranjang tersebut.

Setelah ratusan postingan kemarahan, pengembang PUBG Mobile dengan cepat mengambil tindakan. Mereka berjanji akan mendesain ulang kotak ulang tahun itu segera. Mereka juga mengunggah tweet berisi permintaan maaf.

Beberapa di antaranya ada yang memberikan apresiasi atas respon cepat dari Tencent, tapi yang lainnya ada yang masih memperlihatkan kemarahan.

Adapun game PUBG memang tengah menjadi sorotan di India. Ini karena dinilai bisa memberikan dampak negatif terhadap anak-anak.

Bahkan menurut media lokal India, empat kota di Gujarat telah melarang PUBG Mobile karena anggota parlemen lokal percaya permainan itu mengandung terlalu banyak kekerasan dan bisa menganggu waktu belajar siswa.

Terlebih lagi, sebuah surat kabar utama Hindi baru-baru ini menyatakan PUBG sebagai "epidemi" yang mengubah anak-anak menjadi psikopat . “Ada konsekuensi berbahaya pada permainan ini,” menurut karya Navbharat Times yang diterbitkan pada 20 Maret. “Banyak anak kehilangan keseimbangan mentalnya.”

PUBG Mobile juga tidak hanya menghadapi ancaman larangan di India. Indonesia telah mempertimbangkan untuk melarang game ini secara nasional . Beberapa pemimpin opini Malaysia juga telah berbicara tentang pelarangan PUBG Mobile di negara mereka .

Ini pula yang membuat PUBG mengeluarkan aturan baru pembatasan waktu bermain menjadi enam jam.

Sadar dengan berbagai permasalahan tersebut, pengembang PUBG, Bluehole Korea Selatan, baru-baru ini merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa perusahaan mereka terus berusaha supaya bisa menjadi bagian dari ekosistem game yang bertanggung jawab. Mereka menambahkan bahwa mereka terus bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para orangtua, pendidik, organisasi pemerintah dan pihak lainnya dalam rangka mendengarkan umpan balik tentang apa yang harus dilakukan supaya PUBG bisa tetap menjadi permainan yang menyenangkan. (*/Abacus Online)

Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved