Jawa

Islamic Center dan Sport Center Diusulkan Dibangun Tahun 2020 di Kabupaten Magelang

Pembangunan Islamic Center dan Sport Center diusulkan menjadi salah satu program prioritas pembangunan Kabupaten Magelang untuk tahun 2020 mendatang.

Islamic Center dan Sport Center Diusulkan Dibangun Tahun 2020 di Kabupaten Magelang
IST
Bupati Magelang, Zaenal Arifin, memberikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Magelang Tahun 2020, di Pendopo Soepardi Kota Mungkid, Senin (25/3/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pembangunan Islamic Center dan Sport Center diusulkan menjadi salah satu program prioritas pembangunan Kabupaten Magelang untuk tahun 2020 mendatang.

Rencana pembangunan itu direncanakan secara matang terlebih dahulu, termasuk feasibility study atau studi kelayakan agar pembangunan berjalan dengan baik.

"Pembangunan Islamic Center Dan Sport Center adalah salah satu program prioritas yang perlu direncanakan secara matang dari sisi kemanfaatan, lokasi, dan penganggaran. Kami berharap bisa segera diadakan langkah-langkah feasibility Study dan sebagainya agar betul-betul pada tahun 2019 ini sudah direncanakan dan 2020 sudah bisa dilaksanakan," ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Soenarno, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Magelang Tahun 2020, di Pendopo Soepardi Kota Mungkid, Senin (25/3/2019).

Baca: Permudah Wisatawan Cari Obyek Wisata, Pemkab Magelang Luncurkan Aplikasi Jelajah Magelang

Selain Islamic Center dan Sport Center, pembangunan lain yang sudah selesai dilakukan yakni Pasar Tradisional Muntilan dan tempat pemandian Kalibening diharapkan untuk dapat segera dioperasionalkan.

"Untuk Pasar Muntilan sendiri kami mendorong untuk segera dioperasikan, minimal sebelum menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ini juga sudah ditunggu-tunggu oleh pedagang di Muntilan. Selain itu kita juga memiliki pemandian Kalibening yang juga sudah siap dioperasikan, dengan keindahan alamnya," ujarnya.

Dalam musrenbang tersebut, Soenarno mengatakan PAD Kabupaten Magelang masih didominasi oleh Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB).

Pihaknya juga terus mendorong peningkatan PAD di Kabupaten Magelang, melalui aset-aset daerah.

"Salah satunya adalah Ketep Pass, yang pada tahun 2002 dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Magelang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selama ini kami merasa dirugikan, karena pendapatan setelah dikurangi biaya oprasional maka akan dibagi dua dengan pemerintah Provinsi. Ini yang perlu kita perjuangkan, minimal 70:30 persen bagi Pemda Kabupaten Magelang, atau bahkan dimohon hibah dari Provinsi Jawa Tengah kepada Bupati Magelang," kata Soenarno.

Baca: Sektor Perikanan di Kabupaten Magelang Belum Tergarap Maksimal

Untuk diketahui bahwa APBD Kabupaten Magelang Tahun 2018 dengan Rp 2,7 triliun Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) mencapai Rp 370 Miliyar, sedangkan APBD tahun 2019 mencapai Rp 2,8 Triliun, PADnya mencapai Rp 420 Miliar.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengatakan, pihaknya berjanji untuk menuntaskan proyek-proyek pembangunan yang ada di Kabupaten Magelang, sehingga dapat segera dimanfatkan oleh masyarakat.

"Kami akan segera melakukan langkah besar dalam melakukan pembangunan di Kabupaten Magelang. Kita juga meminta dukungan dari semua elemen masyarakat dalam hal ini," kata Zaenal.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved