Kesehatan

Gila Bekerja Sebabkan Masalah pada Kesehatan Mental

Riset baru yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health membuktikan bekerja terlalu lama dapat merusak kesehatan mental.

Gila Bekerja Sebabkan Masalah pada Kesehatan Mental
shutterstock
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Riset terbaru menemukan dampak buruk bekerja terlalu keras untuk kesehatan mental.

Riset baru yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health membuktikan bekerja terlalu lama dapat merusak kesehatan mental.

Riset ini dilakukan dengan menganalisis data dari Understanding Society, Studi Longitudinal Rumah Tangga Inggris (UKHLS), dengan melacak kesehatan sekitar 40.000 rumah tangga di Inggris.

Dalam riset ini, peneliti menggunakan data lebih dari 23.000 pria dan wanita, termasuk data tentang pekerjaan peserta riset.

Hasil analisis data membuktikan, wanita yang bekerja 55 jam atau lebih setiap minggu, dan tetap bekerja setiap akhir pekan atau kombinasi keduanya, memiliki kesehatan mental paling buruk.

Perbedaannya sangat signifikan jika dibandingkan dengan wanita yang bekerja dengan jam standar, yaitu 35 hingga 40 per minggu.

Baca: Polsek Jetis Akan Berikan Pembinaan Mental Kepada Siswa yang Dorong Gurunya

Peneliti juga menemukan perbedaan mendasar antara pria dan wanita.

Pada umumnya, pria cenderung bekerja lebih lama daripada wanita.

Selain itu, hampir setengah wanita dalam riset bekerja paruh waktu dan hanya 15 persen pria yang melakukannya.

Dari data juga diungkap, pria yang sudah menikah cenderung memiliki jam kerja yang lebih lama.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved