Jawa

Sektor Perikanan di Kabupaten Magelang Belum Tergarap Maksimal

Wilayah Kabupaten Magelang memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi. Terlihat dari luas budidaya ikan yang cukup besar.

Sektor Perikanan di Kabupaten Magelang Belum Tergarap Maksimal
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Penebaran benih ikan di Kali Elo, dalam acara gerakan memasyarakatkan makan ikan, di Kampung Ulu Resort, Kota Mungkid, Magelan, Kamis (21/3/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Potensi perikanan di Kabupaten Magelang belum tergarap maksimal.

Padahal, Kabupaten Magelang memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi.

Populasi ikan pun mengalami penurunan, sebagian karena praktek penangkapan ikan tak ramah lingkungan, baik bom racun, bom ikan, dan penyetruman.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, mengatakan, wilayah Kabupaten Magelang memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi.

Hal ini terlihat dari luas budidaya ikan yang cukup besar.

Ia mengatakan, luas tempat budidaya perikanan di Kabupaten Magelang seluas 281,6 hektar, mina padi seluas 2808 hektar.

Dari potensi yang ada, potensi budidaya ikan di tahun 2018 sebesar 24.293 ton dan perikanan tangkap sebesar 278,4 ton.

"Potensi budidaya perikanan di Magelang tinggi, tetapi memang tak tergarap maksimal, karena berbagai kendala yang dihadapi," ujar Adi saat ditemui Tribunjogja.com dalam kegiatan gerakan memasyarakatkan makan ikan, di Kampung Ulu Resort, Kota Mungkid, Magelang, Kamis (21/3/2019)

Adi mengatakan perikanan tangkap di perairan umum masih menghadapi kendala karena semakin menurunya polulasi ikan endemik sungai.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved