Penanganan Longsor di Makam Imogiri Harus Segera dilakukan

Untuk Makam Raja-raja Imogiri, yang mengalami longsor akan dilakukan 3 langkah persiapan penanganan.

Penanganan Longsor di Makam Imogiri Harus Segera dilakukan
Tribun Jogja/Wahyu Setiawan N
Hujan yang mengguyur seharian kemarin mengakibatkan longsor di kompleks pemakaman raja-raja di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Sampai dengan saat ini, dua kabupaten di DIY sudah mengeluarkan status tanggap darurat bencana. Kedua kabupaten tersebut adalah Bantul dan Gunungkidul.

Gatot Saptadi, Sekretaris Daerah DIY menyampaikan jika menajemen kebencanaan sudah dilakukan oleh BPBD kedua kabupaten tersebut. Manajemen tersebut terkait dengan pengungsian, logistik, dan evakuasi.

Gatot menyampaikan jika terkait bencana tersebut, setidaknya pada Minggu (17/3) ada sebanyak 5005 jiwa yang mengungsi. Namun untuk saat ini, warga yang mengungsi sudah pulang ke rumah masing-masing.

Baca: Pustek UGM Kenalkan Sistem Pertanian Terpadu Lewat Sekolah Rakyat

Baca: Sindikat Upal Senilai Rp4,6 Miliar di Kontrakan Godean, Pelaku Berprofesi Dukuh dan Guru Honorer

"Kerugian material masih dihitung. Anggaran dari manapun, bencana seperti ini Pemerintah harus turun menyelesaikan. Besarannya masih kita hitung. Untuk yang meninggal ada 3 orang, dan yang belum ketemu ada 2 orang," terangnya.

Dia menyampaikan, dalam rakor yang dilakukan pada Selasa (19/3) khusus membahas mengenai kawasan kasultanan, dimana terdapat kawasan kasultanan yang harus khusus ditangani.

Untuk Makam Raja-raja Imogiri, yang mengalami longsor akan dilakukan 3 langkah persiapan penanganan.

"Karena itu kawasan cagar budaya. Kedua karena titik kebencanaannya pun memerlukan koordinasi yang cukup sulit. Jadi ini tadi sudah kita lakukan pertemuan. Mengenai bagaimana penanganan darurat khusus untuk kawasan Imogiri. Kita mau mencoba mengerem, meminimalkan kerusakan yang lebih besar," ungkapnya.

Dia menjelaskan jika dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman sudah mempersiapkan beberapa langkah. Salah satunya adalah pemasangan terpal.

Untuk terpal sendiri sampai saat ini sudah disiapkan di lokasi Makam Imogiri, namun untuk pemasangan masih terkendala kondisi lokasi yang memiliki kemiringan cukup tinggi.

"Prinsipnya terpal itu kan mengurangi resapan air ke dalam tanah yang kondisinya sudah labil. Kedua kita juga akan mencoba dengan teknologi cement sprayer. Disemprot pakai semen supaya lapisan ini lebih kaku. Ini coba akan kita lakukan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved