Kasus Penipuan Wartawati, Serka Yudha Dituntut Tujuh Bulan Penjara

Oditur Militer menuntut terdakwa Sersan Kepala (Serka) Yudha Wahyu Windarto dengan hukuman kurungan penjara selama tujuh bulan.

Kasus Penipuan Wartawati, Serka Yudha Dituntut Tujuh Bulan Penjara
Tribunjogja.com/wsn
Serka Yudha Wahyu Windarto saat menjalani sidang di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Selasa (19/03/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan terhadap wartawati salah satu surat kabar di Jawa Tengah memasuki agenda pembacaan tuntutan.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Militer (Dinmil) II-11 Yogyakarta, Selasa (19/03/2019), Oditur Militer menuntut terdakwa Sersan Kepala (Serka) Yudha Wahyu Windarto dengan hukuman kurungan penjara selama tujuh bulan.

Oknum prajurit TNI AD yang berdinas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 22 Tempuran Kodim 0705 Magelang ini menurut oditur terbukti telah melakukan tindak penipuan terhadap korban berinisial NN, seorang wartawati asal Salatiga Jawa Tengah (Jateng).

Kepada Majelis Hakim yang dipimpin Letkol Laut (Kh) Koerniawati Syarif SH, Oditur Militer Kapten Mayor (Chk) S Nasution SH menyebut terdakwa telah melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Baca: Kontingen Bantul Sabet Juara Umum Popda DIY 2019

Baca: Kambing Jawa Randu Diusulkan Jadi Ternak Khas Magelang

Baca: Daihatsu Raih Pangsa Pasar 19% di Dua Bulan Pertama 2019

Serka Yudha dinilai telah melakukan perlawanan hukum dengan tipu muslihat dan berupaya menguasai harta milik orang lain.

"Mohon kepada majelis hakim agar manyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 378 KUHP. Mohon agar terdakwa dijatuhi pidana penjara selama tujuh bulan," kata Nasution dalan persidangan.

Suasana persidangan terhadap Serka Yudha Wahyu Windarto di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Selasa (19/03/2019)
Suasana persidangan terhadap Serka Yudha Wahyu Windarto di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Selasa (19/03/2019) (Tribunjogja.com/wsn)

Hal yang memberatkan Serka Yudha, kata Nasution, yakni terdakwa telah mencemarkan citra TNI khususnya kesatuannya. Namun beberapa hal yang meringankan diantaranya terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya serta tidak akan mengulangi lagi ditambah terdakwa juga belum pernah dihukum.

Mendengar tuntutan tersebut Serka Yudha melalui Penasehat Hukumnya yakni Kapten (Chk) Zain menyatakan akan mengajukan pembelaan dengan membawa bukti tambahan. Bukti-bukti tersebut rencananya akan diajukan dalam persidangan selanjutnya saat pembacaan pembelaan.

Sidang kasus penipuan yang terjadi pada pertengahan tahun 2017 silam ini akan dilanjutkan pada Selasa (26/03/2019) mendatang dengan agenda sidang yakni pembacaan nota pembelaan terdakwa atas tuntutan yang diajukan oditur.

Sementara itu, ditemui usai sidang, pengacara korban yakni Suroso Kuncoro SH mengaku tidak puas dengan tuntutan yang diberikan kepada terdakwa.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ose
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved