Pendiri Whatsapp Ajak Pengguna Medsos untuk Hapus Akun Facebook

Acton mengkritik perusahaan tersebut tidak mampu melakukan moderasi atas konten dalam layanan mereka dan misinformasi menjadi marak akibat hal tersebu

Pendiri Whatsapp Ajak Pengguna Medsos untuk Hapus Akun Facebook
IST
Brian Acton pendiri WhatsApp 

TRIBUNJOGJA.COM - Brian Acton yang dikenal sebagai pendiri Whatsapp mengajak peserta kuliah umum di Universitas Standford, AS, untuk menghapus akun Facebook mereka.

Ajakan ini muncul dengan beberapa pertimbangan yang juga Acton jelaskan dalam kuliah umu bertajuk "Computer Science 181" tersebut.

Tidak hanya ditujukan kepada Facebook, alasan ini juga ditujukan kepada perusahaan raksasa Silicon Valley, yakni Google dan Apple.

Baca: Jutaan Video Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru Dihapus Facebook

Acton mengkritik perusahaan tersebut tidak mampu melakukan moderasi atas konten yang tersebar dalam layanan mereka ataupun hasil dari pencarian konten. Acton pun mengatakan bahwa misinformasi menjadi marak akibat hal tersebut.

"Perusahaan-perusahaan teknologi ini tidak dibekali dengan kemampuan dalam membuat keputusan moderasi," ujar Acton.

"Parahnya lagi, kita memberikan mereka kemampuan tersebut. Kita menggunakan layanan mereka. Kita mendaftar di situs-situs milik Facebook. Maka, (sebaiknya) hapus Facebook, kan?" tambah Acton.

Ajakan ini sebenarnya bukanlah kali pertama bagi sang pendiri Whatsapp. Pada bulan Maret 2018, ia juga aktif menyuarakan aksinya dengan tagar #deletefacebook. Hal ini ia lakukan setelah adanya kebocoran data jutaan penggunan Facebook.

Baca: WhatsApp akan Terapkan Fitur Pencari Gambar untuk Cegah Hoaks

Dalam kuliah umumnya, Acton juga menerangkan alasannya untuk pergi dari WhatsApp karena merasa bahwa Facebook sudah merecoki aplikasi percakapan ini dengan memasukan iklan sebagai upaya monetisasi.

Selain itu, orang yang bersama Jan Koum mendirikan Whatsapp ini juga mengungkapkan ketidakcocokannya dengan kebijakan Facebook mengenai privasi pengguna. (G Bhisma Adinaya/Kompas.com)

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved