Yogyakarta

Kampanye Terbuka Sebentar Lagi, Bawaslu DIY : Titik Cegah Konflik Ada pada Peserta Pemilu

Bawaslu hanya bisa melakukan langkah-langkah pencegahan dengan cara memberikan saran-saran.

Kampanye Terbuka Sebentar Lagi, Bawaslu DIY : Titik Cegah Konflik Ada pada Peserta Pemilu
internet
Logo Bawaslu 

TRIBUNJOGJA.COM - Kampanye terbuka bagi peserta pemilu 2019 akan mulai dilakukan pada 24 Maret-13 April 2019 mendatang.

Untuk meminimalisir adanya konflik, titik cegah tersebut ada di tangan peserta pemilu.

Amir Nashirudin, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, menjelaskan jika potensi rawan konflik sebenarnya bisa dimana saja terjadi dan bukan hanya dititik yang sudah dipetakan menjadi daerah rawan konflik.

Baca: Unboxing Kuliner: 5 Menu Snack Serba Coklat Anti-mainstream di Hari Valentine

Oleh karenanya, yang bisa meminimalisir adanya konflik tersebut adalah komitmen dari peserta pemilu itu sendiri.

Berkaca pada kejadian yang sebelumnya terjadi, Amir menjelaskan jika di rapat terbatas saja, dimana hal tersebut tidak diperbolehkan adanya konvoi sudah ada beberapa konflik yang terjadi, apalagi nanti dalam kampanye terbuka, dimana dalam regulasi konvoi juga diperbolehkan.

"Titik cegah ada di peserta pemilu. Kalau di rapat terbatas saja sifatnya masih dibatasi, apalagi nanti kalau sudah kampanye terbuka. Jadi potensi konflik bisa lebih banyak. Oleh karenanya, kalau dari penyelenggara sudah memberikan zona-zona, namun untuk mencegah konflik, bagaimana komitmen dari peserta pemilu sendiri," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Amir menjelaskan jika di pertemuan terbatas masih bisa dikendalikan, dan regulasi juga belum membolehkan adanya konvoi.

"Di pertemuan terbatas masih bisa dikendalikan, sifatnya masih terbatas, dan bisa dikendalikan, dan regulasi juga tidak membolehkan adanya konvoi. Di rapat umum konvoi boleh, selama tidak melanggar ketentuan lalu lintas," jelasnya

Baca: GOJO DIY Dorong Bawaslu Berani OTT Caleg Bitingan

Amir menjelaskan memang benar jika kampanye terbuka merupakan hak dari peserta pemilu.

Namun seyogyanya peserta pemilu bisa melihat situasi dan kondisi, apakah hak tersebut mau digunakan secara maksimal atau menyesuaikan demi kenyamanan warga.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved