Kota Yogyakarta

Terkait Kasus Miras Oplosan, Heroe: Jadikan Pengalaman Terakhir

Ia pun meminta kepada seluruh warga Kota Yogyakarta untuk menjadikan kejadian tersebut sebagai pembelajaran.

Terkait Kasus Miras Oplosan, Heroe: Jadikan Pengalaman Terakhir
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi angkat bicara terkait adanya warga Kota Yogyakarta yang meninggal dunia diduga diakibatkan menenggak minuman keras oplosan.

Ia tak menduga hal tersebut terjadi di wilayahnya mengingat selama ini ia memerintahkan jajarannya untuk melakukan operasi secara berkala.

"Saya minta tiap hari melakukan operasi. Tiap bulan mereka memberikan laporan kepada saya. Tapi memang kalau miras oplosan ini kendalanya mereka minumnya bukan di tempat umum. Jadi memang sulit," bebernya, Sabtu (16/3/2019).

Baca: Diduga Akibat Pesta Miras Oplosan, 3 Orang di Tegalrejo Meninggal Dunia

Ia pun meminta kepada seluruh warga Kota Yogyakarta untuk menjadikan kejadian tersebut sebagai pembelajaran.

Heroe berharap kejadian yang meregang nyawa tiga orang tersebut menjadi pengalaman terakhir dan tidak terulang lagi di kemudian hari.

"Harapannya masyarakat belajar bahwa ini bahaya. Lebih banyak bahayanya dan tidak ada manfaatnya. Ini sudah kesekian kali, dan semoga ini yang terakhir," tegasnya sesuai menghadiri acara deklarasi Pemilu Damai di Tegalrejo.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Ketua RT 22 RW 06 Kelurahan Tegalrejo Kecamatan Tegalrejo, Heru Kuswanto mengatakan bahwa pihaknya merasa kecolongan.

Pasalnya selama ini setiap ada indikasi warga yang melakukan pesta atau mengonsumsi miras di wilayahnya, maka warga lain akan segera melaporkan ke pengurus RT dan diteruskan ke Polsek setempat.

Baca: Lagi, Polsek Gondokusuman Tindak Penjual Miras

"Minumnya mulai selasa pagi sampai sore. Itu kecolongan kami karena bertepatan dengan hari itu ada rapat pengurus selama seharian," tandasnya.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpunnya, selain meminum miras oplosan, warga yang meninggal juga makan daging babi yang telah mati di kandang.

"Belum tahu dugaan meninggal karena miras atau makanan itu. Tapi dokter bilang indikasinya ke miras," ujarnya.

Baca: Razia Miras, Polsek Gondokusuman Amankan Puluhan Botol Miras Oplosan Rasa Susu

Ia mengatakan bahwa ada 2 orang warga RT di wilayahnya yang meninggal dunia, sementara 2 orang warga lain berasal dari RT sebelah juga sempat dirawat dan akhirnya diperbolehkan pulang.

Ia menampik isu yang menyebutkan bahwa ada caleg yang meninggal dalam kejadian itu.

"Tidak ada Caleg. Malah ada info bahwa yang meninggal ini saya, Ketua PPK Tegalrejo. Tidak benar itu semua," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved