Sport

Sri Sultan HB X Dukung Pengembangan 'Sport Tourism' di DIY

Menurutnya, antusiasme dari peserta bisa dibilang luar biasa, Coronation Cup tidak akan dilangsungkan secara rutin.

Sri Sultan HB X Dukung Pengembangan 'Sport Tourism' di DIY
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X ambil bagian di turnamen golf bertajuk Coronation Cup 2019, yang berlangsung di Merapi Golf, Cangkringan, Sleman, Sabtu (16/3/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X , mendukung pengembangan sport tourism guna mendongkrak angka kunjungan wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Hal tersebut ia sampaikan disela turnamen golf bertajuk Coronation Cup 2019, yang berlangsung di Merapi Golf, Cangkringan, Sleman, Sabtu (16/3/2019) pagi.

Ya, event tersebut  diselenggarakan untuk memperingati 30 tahun jumenengan, atau naik tahtanya sebagai Raja Kasultanan Ngayogyakarta.

Tercatat, lebih dari 400 peserta, saling sikut dalam event special yang berlangsung selama tiga hari ini.

Baca: Ikuti Coronation Cup 2019, Sultan Kisahkan Pengalaman Hole in One

Deretan hadiah prestesius dengan total Rp 9 miliar yang telah disiapkan panitia Coronation Cup pun dipastikan tidak akan membuat kecewa para peserta yang datang dari luar daerah.

Termasuk empat mobil kelas atas, yang sudah disiapkan bagi peserta yang sanggup mencatatkan hole in one.

Sebut saja Mercedes Benz C200 di Hole 4, Honda CRV Turbo di Hole 8, Toyota Alphard di Hole 11, kemudian Toyota Fortuner di Hole 16.

"Coronation Cup ini kan kebetulan pas peringatan 30 tahun (jumenengan) saja ya. Nanti lagi, kalau ada momentum yang baik lah," katanya, Sabtu (16/3/2019).

Menurutnya, antusiasme dari peserta bisa dibilang luar biasa, Coronation Cup tidak akan dilangsungkan secara rutin.

Terlebih, saat ini, di Yogyakarta sudah ada turnamen Kraton Cup, yang rutin digelar setiap tahun.

Baca: Turnamen Golf Coronation Cup 2019, Sediakan Hadiah 4 Mobil Mewah dan Doorprize Rp50 Juta Setiap Hari

"Tapi, saya kira minimal kita perlu satu lapangan lagi ya, yang baik. Kalau bisa di selatan, biar dekat dengan pantai. Jadi, ada veriasinya, kalau di sini (Merapi Golf) kan pegunungan," ujarnya.

"Kalau kita punya satu lagi di dekat pantai, ini kan menarik. Pantai itu biasanya angin lebih besar. Jadi, tantangannya bukan kontur tanah yang naik turun, tapi angin ya," imbuh Ngarsa Dalem.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved