Pemilu 2019

Paseduluran Elit Shalawat Remaja Ajak Warga Wujudkan Pemilu Damai

Paseduluran Elit Shalawat Remaja Yogyakarta Ajak Warga Wujudkan Pemilu Damai

Paseduluran Elit Shalawat Remaja Ajak Warga Wujudkan Pemilu Damai
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Sejumlah anggota Plester DIY saat mendeklarasikan Pemilu Damai menuju kontestasi politik April 2019 mendatang pada Jumat (15/3/2019) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Prihatin akan maraknya penyebaran hoax dan kabar bohong menjelang pemilihan umum 2019 mendatang, salah satu elemen pemuda di Yogyakarta mengajak warga dan seluruh masyarakat untuk mewujudkan Pemilu yang damai dan bermartabat.

Kelompok remaja yang tergabung dalam Paseduluran Elit Shalawat Remaja (Plester) mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi bersama TNI dan Polri mewujudkan Pemilu tanpa konflik.

"Kami mengajak seluruh anggota dan elemen masyarakat untuk menciptakan suasa Yogyakarta yang kondusif terlebih di tahun politik. Kita ingin Yogyakarta tetap aman dan damai," kata Hendraswanto, Perwakilan Plester saat ditemui media, Jumat (15/3/2019) malam.

Selain itu, pihaknya mengajak seluruh anggota Plester untuk menjadi agen yang mampu mencegah segala potensi perpecahan yang ada di masyarakat. Ia berharap anggotanya tak mudah termakan isu yang dapat memecah belah masyarakat.

Baca: Kampanye Terbuka Bisa Menyenangkan Tanpa Konvoi Knalpot Blombongan

Baca: Kampanye Rapat Umum Dimulai 24 Maret, Berikut Tata Cara dan Aturan Penyelenggaraanya

Pihaknya juga melakukan aksi preventif dengan banyak melakukan aksi yang positif sehingga dapat merekatkan antar masyarakat dan terhindar dari isu-isu yang berpotensi memecah belah bangsa.

Salah satu kegiatannya yakni santunan kepada anak yatim dan silaturahim antar anggota dan masyarakat.

"Menjelang pemilu banyak kabar hoax dan isu yang memecah belah bangsa makanya perlu sebuah gerakan yang sinergi antara masyarakat, TNI dan Polri," tambahnya.

Pihaknya juga melakukan pembinaan kepada generasi muda khususnya anggota Plester yang saat ini telah berjumlah lebih dari 2000 orang yang tersebar di wilayah DIY dan Jateng.

"Anak muda dibina dengan kegiatan positif untuk apa yaitu menyebarkan virus kebaikan kepada anggota dan masyarakat," pungkasnya. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved