Pemilu 2019

Kampanye Terbuka Bisa Menyenangkan Tanpa Konvoi Knalpot Blombongan

Kampanye Terbuka yang Dimulai 24 Maret Mendatang Bisa Menyenangkan Tanpa Konvoi Knalpot Blombongan

Kampanye Terbuka Bisa Menyenangkan Tanpa Konvoi Knalpot Blombongan
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
Petugas kepolisian Polresta Yogyakarta menunjukkan surat tilang beserta knalpot bising yang berhasil diamankan dari hasil penindakan terhadap simpatisan ormas atau partai politik di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (17/1/2019). Dalam kegiatan penindakan tersebut petugas berhasil mengamnakan 29 knalpot bising serta lima buah sepeda motor karena tidak dilengkapi surat kendaraan yang sah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemilu serentak 2019 semakin dekat. Terhitung lebih kurang 30 hari lagi, ratusan juta penduduk Indonesia akan menggunakan hak pilihnya guna menentukan nasib bangsa.

Dan sebentar lagi, tahapan Pemilu terbuka sebagai momen yang juga tidak kalah ditunggu segera dimulai.

Sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), agenda kampanye terbuka akan dilaksanakan pada tanggal 24 Maret hingga 13 April.

Selama lebih kurang 21 hari ini, para peserta Pemilu diperkenankan melakukan kampanye baik melalui rapat umum terbuka maupun iklan di media cetak maupun elektronik.

Baca: Kampanye Rapat Umum Dimulai 24 Maret, Berikut Tata Cara dan Aturan Penyelenggaraanya

Berbeda dengan momen kampanye yang sudah dibuka sejak 23 September tahun lalu, kampanye terbuka kali ini akan lebih banyak menimbulkan effort bagi para peserta maupun simpatisan. Yang paling mencolok, adalah pergerakan massa yang jauh lebih banyak dibanding momen kampanye sebelumnya.

Hal ini menjadi kekhawatiran banyak pihak. Ketika momen kampanye terbuka identik dengan resiko gesekan antar kubu.

Pihak terkait, mulai dari KPU, Bawaslu, perangkat pemerintahan sampai aparat keamanan seperti Polisi dan TNI pun cukup memberikan perhatian lebih. Tujuannya, dalam upaya penjagaan kondusifitas.

Baca: Penyelenggara dan Kontestan Pemilu 2019 di Tegalrejo Serukan Deklarasi Pemilu Damai

Direktur HICON Law & Policy Strategic, Hifdzil Alim mengamini, kampanye terbuka yang identik dengan pergerakkan massa disertai aksi konvoi mengendarai sepeda motor knalpot blombongan menjadi problem yang harus segera diurai. Perlu ada pemahaman tentang konsep Kampanye Terbuka yang semestinya.

“Konsep kampanye terbuka yang semestinya, adalah menyampaikan gagasan, visi, dan misi dari peserta pemilu kepada masyarakat. Penyampaian bisa dilakukan di tempat umum dan dihadiri oleh banyak orang. Ini diperkenankan selama dalam batas koridor yang semestinya,” kata Hifdzil kepada Tribunjogja.com.(tribunjogja)

Penulis: sus
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved