Pemilu 2019

Kampanye Rapat Umum Dimulai 24 Maret, Berikut Tata Cara dan Aturan Penyelenggaraanya

Kampanye Rapat Umum Dimulai 24 Maret, Berikut Tata Cara dan Aturan Penyelenggaraanya

Kampanye Rapat Umum Dimulai 24 Maret, Berikut Tata Cara dan Aturan Penyelenggaraanya
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Ketua Divisi Partisipasi dan Masyarakat KPU DIY, Ahmad Shidqi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM -  Metode kampanye melalui rapat umum maupun media massa akan berlangsung mulai 24 Maret hingga 13 April mendatang.

Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU DIY, Ahmad Shidqi menuturkan, tata cara penyelenggaraan kampanye rapat umum yakni petugas kampanye atau pelaksana kampanye dari masing-masing pasangan calon (paslon) atau partai politik (parpol) harus memberikan surat pemberitahuan kepada Polres atau Polda terlebih dahulu.

"Dalam surat pemberitahuan itu menyebut lokasi di mana, siapa saja yang akan hadir, dimulai kapan, harus jelas masa yang akan didatangkan berapa. Sebaiknya jauh hari sebelum pelaksanaan (kampanye rapat umum) sudah mengirimkan surat kepada Polres atau Polda," katanya, Sabtu (16/3/2019).

Baca: Penyelenggara dan Kontestan Pemilu 2019 di Tegalrejo Serukan Deklarasi Pemilu Damai

Lanjutnya, KPU DIY saat ini tengah berkoordinasi dengan Pemda, Pemkab maupun Pemkot terkait dengan lokasi yang bisa digunakan untuk penyelenggaraan kampanye rapat umum seperti lapangan atau stadion misalnya.

Lanjut dia, jadwal kampanye rapat umum untuk paslon capres-cawapres maupun parpol sudah terbagi ke dalam zona A dan B yang ditentukan oleh KPU RI dan berlaku di seluruh daerah.

"Jadi interval (kampanye rapat umum) dua hari. Untuk paslon capres-cawapres no 01 dua hari, untuk paslon capres-cawapres no 02 dua hari, begitu terus sampai selesai 13 April. Jadi selisih dua hari, tanggal dan hari bergantian," lanjutnya.

Untuk parpol, KPU RI telah memutuskan jadwal kampanye rapat umum parpol bersamaan dengan jadwal kampanye rapat umum paslon capres-cawapres.

Baca: Romahurmuziy Terima Suap Rp300 Juta dari Dua Pejabat Kemenag di Jatim

"Jadwal kampanye rapat umum yang disediakan untuk paslon capres-cawapres juga termasuk di dalamnya untuk parpol pengusung paslon capres-cawapres," ujar dia kepada Tribunjogja.com

Ia pun meminta kepada petugas maupun pelaksana kampanye rapat umum untuk bertanggung jawab terhadap kemanan peserta kampanye, yakni ketika menuju ataupun pulang dari lokasi rapat umum itu para peserta kampanye harus mematuhi Undang-undang lalu lintas dan tertib dalam berlalu lintas.

"Yang paling rawan kampanye rapat umum ini konvoi di jalanan, ini yang harus dikondisikan. Petugas atau pelaksana kampanye harus bisa mengkondisikan anak buahnya atau audiens untuk tertib dalam berlalu lintas menggunakan helm dan menjaga keamanan masing-masing," terangnya.

Tujuan dari kampanye yakni dalam rangka pendidikan politik, sehingga, kata dia, kampanye rapat umum sudah semestinya peserta pemilu baik paslon, tim sukses maupun parpol mengedapankan pendidikan politik pada konstituennya.

Dari segi materi, kampanye rapat umum ini dijadikan momentum oleh peserta pemilu untuk menyampaikan visi, misi dan program nya.

"Sehingga bisa berpartisipasi dengan sehat dalam Pemilu, menyampaikan visi, misi programnya apa. Tidak boleh menyinggung atau menjelekkan peserta lain. Kalau (rapat umum) mau ada hiburan boleh, yang paling penting ketika perjalanan menuju lokasi maupun pulang dari rapat umum itu mohon tertib di jalan, tidak konvoi blombongan karena dilarang UU lalu lintas," jelasnya. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved