Sleman

Terdampak Angin Kencang, Atap Pasar Turi Pecah dan Jebol

Hujan disertai angin kencang dua hari lalu juga berdampak pada bangunan Pasar Tradisional Turi di Desa Donokerto, Turi, Sleman.

Terdampak Angin Kencang, Atap Pasar Turi Pecah dan Jebol
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Atap bagian tengah satu di antara bangunan di Pasar Tradisional Turi yang jebol akibat angin kencang dua hari lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hujan disertai angin kencang dua hari lalu juga berdampak pada bangunan Pasar Tradisional Turi di Desa Donokerto, Turi, Sleman.

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com di lokasi pada Jumat (15/03/2019) siang, tampak atap satu dari beberapa bangunan pasar jebol di bagian tengah dan pinggir.

Bagian yang jebol cukup besar.

Air sisa hujan pun menggenang di lantai pasar.

Baca: Unboxing Kuliner: 5 Menu Snack Serba Coklat Anti-mainstream di Hari Valentine

Sejumlah pekerja bangunan terlihat memperbaiki atap berbahan asbes tersebut.

Perbaikan terutama dilakukan pada bagian pinggir bangunan.

Yono (43), seorang pekerja menyatakan perbaikan tersebut baru dimulai hari ini.

Ia menyatakan sudah dua kali atap diperbaiki, lantaran terkena angin kencang dua kali pula.

"Perbaikan pertama kami ganti 36 asbes, yang saat ini baru 16 asbes," kata Yono di Pasar Turi.

Baca: Lima Kecamatan di Sleman Terdampak Angin Kencang, 13 Orang Terluka

Asbes bekas terjangan angin kencang terlihat pecah dan mengalami kerusakan cukup parah.

Seluruh material yang rusak dikumpulkan di mobil bak terbuka.

Selain jebol, beberapa asbes di bagian atap yang masih terpasang terlihat bolong.

Terkait atap bagian tengah bangunan yang masih jebol, Yono menyatakan masih menunggu datangnya material baru.

"Ini dirapikan dulu, nanti kalau material baru sudah datang akan kami kerjakan," ujar Yono.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved