Yogyakarta

Promosikan NYIA dan Potensi Wisata Kulonprogo Lewat Tour de Jogja

Pagelaran akbar bagi pesepeda dari berbagai penjuru tanah air bertajuk 'Tour de Jogja' siap dilangsungkan Kementrian Pariwisata RI

Promosikan NYIA dan Potensi Wisata Kulonprogo Lewat Tour de Jogja
istimewa
Ketua Penyelenggara, Septiadi dan Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Marlina Handayani, menunjukkan jersey yang nantinya dikenakan para peserta Tour de Jogja, di sela jumpa pers, di Yogyakarta, Jumat (15/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pagelaran akbar bagi pesepeda dari berbagai penjuru tanah air bertajuk 'Tour de Jogja' siap dilangsungkan Kementrian Pariwisata RI, melalui Dinas Pariwisata DIY, Minggu (17/3/2019).

Sedikitnya 1.250 peserta dipastikan ambil bagian dalam ajang ini.

Menempuh rute sepanjang 142 kilometer, melalui sejumlah kawasan Sleman dan Kulonprogo, Tour de Jogja secara khusus ingin memperkenalkan lebih luas potensi wisata, sekaligus New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang rencananya diresmikan tahun ini. 

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Marlina Handayani mengatakan, Tour de Jogja ini merupakan salah satu event besar dan ikonik dari total 127 event, yang sudah diluncurkan pihaknya Januari lalu, dan siap diselenggarakan di sepanjang 2019.

Baca: Raup Pendapatan Rp 218 Miliar, Pariwisata Sumbang PAD Sleman Sebesar 24,42 Persen

Bukan tanpa sebab, menurutnya, antusiasme penghobi olahraga sepeda dewasa ini terus meningkat, di mana pesertanya tidak hanya berasal dari Pulau Jawa saja, melainkan berbagai penjuru tanah air seperti Sorong, Pontianak, Makassar, Bangka, hingga Mempawah.

"Bahkan, tidak hanya penghobi sepeda dalam negeri, tapi juga luar negeri. Ya, ada yang dari Korea Selatan, Jepang, Kanada, lalu Amerika Serikat. Totalnya ada sekitar 20 peserta mancanegara," katanya, di sela jumpa pers, di Yogyakarta, Jumat (15/3/2019).

Ia mengungkapkan, secara garis besar, Tour de Jogja memang memadukan unsur sport dan tourism dalam satu gelaran sekaligus.

Dengan begitu, agenda ini, menjadi kesempatan bagus bagi para peserta, yang ingin merasakan pengalaman baru dalam bersepeda.

"Kami memang ingin mengenalkan lebih dekat potensi wisata di Kulonprogo, yang sebentar lagi punya NYIA. Ya, di Giripurwo misalnya, di sana kam ada situs-situs Hindu yang menarik kalau dimaksimalkan lebih jauh, untuk menyambut bandara baru nanti," tuturnya.

Baca: Rencana Operasional Bandara NYIA Kulonprogo Masih Tunggu Keputusan Kemenhub

Ketua Penyelenggara, Septiadi menambahakan, selain berkonsep long distance cycling, Tour de Jogja juga menyertakan race bagi para pesepeda. Konsep itu, adalah uphill challenge, atau lebih dikenal sebagai Elevation Gain - 14% Max Grade, sejauh 9,5 kilometer.

"Jadi, ada peserta yang ikut untuk hobi, lalu ada yang untuk race, mencari predikat King of Mountain, atau Queen of Mountain. Untuk lombanya nanti di Gunung Lanang Kulonprogo. Ini menantang sekali dan pasti menarik," tandasnya.

Ia pun memastikan, di sepanjang rute nantinya, pihak panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, seperti tenaga medis, tim mekanik, hingga loading car, bagi para peserta yang tidak sanggup lagi mengayuh.

Praktis, keselamatan pesepeda dijamin sepenuhnya.

"Intinya, kami ingin membuat peserta nyaman dan aman, sehingga benar-benar menikmati pengalaman bersepeda dalam Tour de Jogja nanti, sesuai tema 'Exploride for Happiness Life' ya," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved