Nasional

Debat Cawapres Cenderung Kurang Diminati Masyarakat

Mada menjelaskan jika sebenarnya Cawapres juga sebenarnya akan menjadi pertimbangan seseorang untuk memilih.

Debat Cawapres Cenderung Kurang Diminati Masyarakat
istimewa
Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) UGM saat menggelar konferensi pers mengenai isu debat putaran ketiga di Digilib Cafe UGM, pada Jumat (15/3/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jika dibandingkan dengan debat Calon Presiden (Capres) putaran kedua yang sudah diselenggarakan, debat pemilu putaran ketiga Cawapres yang akan dilaksanakan pada 17 Maret 2019 mendatang cenderung kurang diminati oleh masyarakat, terutama oleh generasi milenial.

Menurut analisis Peta Isu Jelang Debat Cawapres 2019 yang dilakukan oleh Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) UGM yang disampaikan pada Jumat (15/3/2019), sebenarnya debat pemilu putaran ketiga yang akan menghadirkan kedua Cawapres tidak kalah penting dibandingkan dengan debat Capres yang sebelumnya diadakan.

Mada Sukmajati, Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan UGM mengatakan jika isu yang diusung dalam debatpun sebenarnya tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan debat Capres.

Baca: Jadwal Debat Cawapres Minggu 17 Maret : Tema Debat, Moderator hingga Info Link Live Streaming

"Kesannya minat masyarakat terutama generasi mileneal masih rendah di dalam debat Cawapres. Padahal debat ini tidak kalah penting, isunya juga tidak kalah penting. Sehingga kita harapkan minat publik terutama generasi milenial," ungkapnya.

Mada menjelaskan jika sebenarnya Cawapres juga sebenarnya akan menjadi pertimbangan seseorang untuk memilih.

Dia menerangkan agar perdebatan tersebut bersifat programatik, maka debat ini juga perlu dikawal

"Saya khawatir kalau kita tidak mengawal isu yang sifatnya programatik, nanti akhirnya juga tidak bersifat programatik. Debat Cawapres ini sebenarnya juga satu kesatuan dengan debat Capres yang sudah dilakukan," ungkapnya.

Baca: Debat Cawapres 2019 Maruf Amin vs Sandiaga Uno - Aturan Debat, Tema, Mekanisme dan Rincian Segmen

Arya mengungkapkan jika nantinya ada 4 topik yang menjadi tema debat Cawapres, yakni Sosial Budaya, Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Pendidikan.

Menurut analisis yang dilakukan di Twitter dari mulai tanggal 3-13 Maret 2019 setidaknya terdapat 7257 percakapan, yang mana hal tersebut lebih banyak membicarakan mengenai Sosial Budaya dan Ketenagakerjaan.

"Isu mengenai topik sosial budaya adalah mengenai harga sembako naik, listrik, isu toleransi. Ada sebanyak 2785 percakapan. Sedangkan untuk isu ketenagakerjaan ada sebanyak 2545, isu ini seperti WNA, TKI, dan pengangguran," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved