Gunungkidul

Tahun Ini 4 Desa Wisata di Gunungkidul Mendapatkan SK Bupati

Ia menambahkan potensi yang ada ditiap desa agar mulai diarahkan sebagai pendukung desa wisata.

Tahun Ini 4 Desa Wisata di Gunungkidul Mendapatkan SK Bupati
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Tahun 2019 Dinas Pariwisata Gunungidul targetkan ada 4 desa wisata yang akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Bupati Gunungkidul.

Empat desa tersebut adalah Ngelanggeran, Bejiharjo, Bleberan, dan Pacarejo.

Kepala Bidang Industri dan Kelembagaan, Dinas Pariwista Gunungkidul, Eli Martono mengatakan saat ini sudah ada 12 desa wisata namun saat ini baru mengantongi SK dari kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul.

"Sesuai Peraturan Daerah (perda) baru sekarang sedang proses untuk SK penetapan dari bupati gunungkidul. Sebenarnya untuk rintisan desa pariwisata ada banyak hanya saja kami sekarang lebih fokus dalam proses penatapan itu dulu dari kepala dinas ke bupati Gunungkidul," katanya, saat dihubungi Tribunjogja, Kamis (14/3/2019).

Baca: 5 Destinasi Wisata Gua di Yogyakarta, Cocok untuk Dimasukkan dalam Daftar Liburan Anda

Setiap tahunnya pihaknya menargetkan penetapan desa wisata sebanyak 2 desa wisata.

Ia menambahkan potensi yang ada ditiap desa agar mulai diarahkan sebagai pendukung desa wisata.

Disinggung mengenai kendala dalam pengelolaan desa wisata ia megatakan masih banyak masyarakat yang belum bisa memisahkan peran antara kelompok sadar wisata (pokdarwis) dengan desa wisata.

"Kendalanya sebenarnya pokdarwis lebih ke layanan, kebanyakan Pokdarwis yang muncul dulu daripada desa wisata. Sehingga pokdarwis sekarang menggap bisa juga masuk dalam pengembangan ekonomi padahal untuk mengambangkan ekonomi adalah tugas dari desa wisata," jelasnya.

Eli menuturkan keuntungan desa wisata mendapatkan SK dari bupati adalah mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari dinas pariwisata, termasuk juga difasilitasi untuk pengembangan yang didalamnya termasuk sarana dan prasarana.

Baca: Warga Gunungkidul Produksi Mie Instan Berbahan Dasar Mocaf

Saat disinggung mengenai adanya desa wisata yang tidak berkembang ia mengatakan hal itu karena desa wisata tidak fokus dalam pengembangan desa wisata.

"Desa wisata bukannya mati tetapi mengalami pasang surut, misalnya desa Kemadang tidak mati memang mungkin karena mereka lebih fokus dalam pengelolaan retribusi hingga untuk pengelolaan desa wisata tidak fokus," ujarnya.

Ia menambahkan seharusnya desa wisata disertai paket-paket wisata yang dikembangkan seperti kesenian, paket kunjungan ke daya tarik tiap desa termasuk kuliner setempat.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti menuturkan potensi konflik dalam pengembangan wisata tetaplah ada hal tersebut karena Sumber Daya Manusia (SDM) masih belum begitu siap.

"Untuk mengatasi hal tersebut kami membuat aturan yaitu satu pokdarwis untuk mengelola satu tempat wisata," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved