Yogyakarta

RSUP Dr Sardjito Gelar Pekan Glaukoma Dunia

Sebagai upaya mengurangi angka kebutaan karena glaukoma, RSUP Dr Sardjito menggelar acara 'Pekan Glaukoma Dunia' pada 10-16 Maret 2019.

RSUP Dr Sardjito Gelar Pekan Glaukoma Dunia
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Prof dr Suhardjo SU SpM (K) (kanan) saat menggelar jumpa pers. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN -  Glaukoma merupakan kondisi yang mempunyai ciri khas rusaknya saraf optik dan hilangnya lapang pandang yang progresif.

Glaukoma merupakan satu dari beberapa penyebab kebutaan ketiga terbesar di dunia.

Kondisi hilangnya lapang penglilhatan biasanya berjalan lambat dan tidak disadari oleh penderita.

Sehingga penyakit glaukoma sering disebut sebagai 'pencuri penglihatan'.

Baca: PBTY Telah Usai, Capaian Tertinggi Masuk Wonderful Indonesia

Divisi Oftamologi Komunitas RSUP Dr Sardjito, Prof dr Suhardjo SU SpM (K) menuturkan, tahun 2020 diperkirakan secara global akan terdapat sekitar 80 juta penduduk dunia menderita glaukoma.

"Sebanyak 3 juta orang akan menderita kebutaan total dan 4 juta orang akan menderita kelainan penglihatan sedang sampai berat karena penyakit ini," ujarnya pada Tribunjogja.com, Kamis (14/3/2019).

Kebutaan karena glaukoma dapat dicegah dengan pengobatan dan pemeriksaan yang tepat dan berkala

"Kebanyakan pasien glaukama datang memeriksakan diri ketika penglihalan telah hilang ataupun lelah rusak berat sehingga penyakit ini dikategorikan sebagai 'neglected eye disease' atau penyakit mata yang terabaikan," lanjutnya.

Baca: Waspada! Inilah Beberapa Gejala Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan

Sebagai upaya mengurangi angka kebutaan karena glaukoma, RSUP Dr Sardjito menggelar acara 'Pekan Glaukoma Dunia' pada 10-16 Maret 2019.

Upaya yang dilakukan adalah mengadakan sosialisasi di poli mata RS dan pemeriksaan mata gratis pada acara Sardjito Fair di Jalan Mangkubumi pada Minggu 17 Maret 2019.

Baca: Makan Ikan Berlemak Manjur Sembuhkan Pilek, Inilah 8 Makanan di Musim Hujan

Kelompok berisiko terkena glaukoma adalah mereka yang mempunyai keluarga dekat yang menderita glaukoma, penderita miopia, pengguna obat steroid, penderita kelainan sirkulasi darah, dan diabetes mellitus

"Dengan diselenggarakannya pekan glaukoma ini, diharapkan masyarakat bisa mengetahui bahaya glaukoma serta dapat memeriksakan kondisi matanya untuk risiko glaukoma," jelasnya.

Peran serta aktif dari masyarakat akan membantu program pemerintah dan upaya dunia untuk mengurangi angka kebutaan karena glaukoma. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved