Sleman

Pasca Angin Kencang di Sleman, 550 Relawan Lakukan Kerja Bakti Massal

Ratusan relawan bersama warga melakukan kerja bakti massal untuk membersihkan lokasi kejadi dari potongan-potongan pohon tumbang.

Pasca Angin Kencang di Sleman, 550 Relawan Lakukan Kerja Bakti Massal
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Petugas sedang membersihkan sisa-sisa pohon tumbang dan membenahi kabel listrik di Jalan Pakem-Turi, Purwobinangun, Pakem, Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pasca peristiwa angin kencang pada Rabu (13/03/2019) sore, tim BPBD Sleman langsung bergerak melakukan pembersihan area yang terdampak.

Hal tersebut juga diikuti pada Kamis (14/03/2019) ini.

Ratusan relawan bersama warga melakukan kerja bakti massal untuk membersihkan lokasi kejadi dari potongan-potongan pohon tumbang.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun turut meninjau proses penanganan, didampingi oleh Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto.

Baca: PBTY Telah Usai, Capaian Tertinggi Masuk Wonderful Indonesia

"Selain meninjau, tadi kami juga menjenguk salah satu korban yang menjalani rawat inap di RS Panti Nugroho," kata Sri Muslimatun di Desa Purwobinangun, Pakem.

Muslimatun menyatakan, setidaknya ada 550 relawan yang diterjunkan untuk proses penanganan hari ini.

Mereka dilengkapi dengan 289 unit gergaji mesin.

Para relawan ini juga dibantu oleh warga untuk mempercepat proses penanganan area terdampak angin kencang.

Baca: Korban Akibat Angin Kencang di Sleman Bertambah Menjadi 13 Orang

"Saat ini prosesnya hampir selesai. Jalan-jalan yang tadinya tertutup pohon juga sudah bersih," ujar Muslimatun.

Sementara itu, Joko Supriyanto menargetkan penanganan diselesaikan pada hari ini juga.

Penanganan terutama difokuskan pada pembersihan kawasan dari pohon-pohon tumbang serta pembenahan jaringan listrik.

Joko menyatakan jaringan listrik di kawasan Pakem dan Turi sudah kembali normal. Saat ini tinggal penanganan terhadap rumah warga yang alami kerusakan.

"Kalau penanganan rumah rusak hingga saat ini masih bisa ditangani secara mandiri oleh warga," kata Joko.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved