Soccer Style

Merawat Sepakbola Lokal Lewat Dunia Literasi

Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan sejatinya bisa berkontribusi nyata, dalam pengembangan literasi itu.

Merawat Sepakbola Lokal Lewat Dunia Literasi
istimewa
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, lewat workshop penulisan, mengambil tema besar sepakbola lokal, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dunia literasi sepakbola tanah air sejauh ini masih minim perhatian.

Padahal, diakui atau tidak, sepakbola Indonesia yang kini telah tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Thailand, dapat melangkah maju, melalui jalur literasi.

Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan sejatinya bisa berkontribusi nyata, dalam pengembangan literasi itu.

Seperti yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, lewat workshop penulisan, mengambil tema besar sepakbola lokal, Rabu (13/3/2019).

Bekerjasama dengan Fandom Indonesia, agenda yang berlangsung di komplek Kampus Terpadu UMY, Bantul tersebut, diikuti oleh suporter klub sepakbola dari  Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Madiun, Gresik, Ponorogo, Solo, Boyolali dan deretan kota lain. 

Baca: Keikutsertaan Sepakbola dan Futsal di Porda DIY 2019 Temui Jalan Terang

Kegiatan ini, sekaligus pengabdian masyarakat yang dilakukan dua dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UMY, Dr. Fajar Junaedi dan Dr. Filosa Gita Sukmono, yang sejauh ini memang concern terhadap dunia literasi, terutama literasi sepakbola Indonesia.

"Jadi, workshop ini dilatarbelakangi fakta, bahwa literasi sepakbola lokal di Indonesia, perlu mendapa dukungan," kata Fajar.

Ia menjelaskan, outcomes dari workshop  bertema 'Merawat Sepakbola Lokal dengan Literasi Sepakbola' ini adalah buku karya peserta.

Sedangkan prosesnya, sebelum workshop, peserta mengirim draft esai, yang diseleksi lansung oleh Fandom Indonesia.

Baca: Komdis PSSI Hukum Vigit Waluyo Seumur Hidup, Begini Sepak Terjang Vigit di Persepakbolaan Tanah Air

Dalam workshop, imbuhnya, peserta mendapatkan masukan dan coaching penulisan dari tiga fasilitator sekaligus.

Direncanakan, dua bulan setelah workshop, akan dilangsungkan launching buku bertema 'Merawat Sepakbola Lokal' karya para peserta.

"Peserta terpilih sejumlah 25 dari 30-an draft yang masuk. Mereka didampingi dua fasilitator dari kami (Fajar dan Filosa), serta Sirajudin Hasbi (Redaktur Senior Fandom)," ucapnya.

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan, pihaknya selama ini memang memiliki perhatian dalam pengembangan literasi, termasuk di ranah sepakbola.

Pasalnya, ia menilai, kemajuan media dan teknologi digital, sudah seharusnya berbanding lurus dengan kedewasaan audiens dalam konsumsi dan produksi pesan. 

"Sementara fokus literasi pada sepakbola lokal dalam program kali ini, karena kami sangat meyakini, bahwa sepakbola Indonesia akan maju melalui Literasi," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved