Pemilu 2019

Leaflet Braille, Upaya KPU Bantul Beri Pendidikan Pemilu Untuk Pemilih Tuna Netra

Leaflet Braille, Upaya KPU Bantul Beri Pendidikan Pemilu Untuk Pemilih Tuna Netra

Leaflet Braille, Upaya KPU Bantul Beri Pendidikan Pemilu Untuk Pemilih Tuna Netra
Istimewa
Acara sosialisasi dan pendidikan pemilu dan pembagian leaflet braille oleh KPU Bantul untuk kaum disabilitas dan di Kantor PPDI Tri Renggo, Bantul beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemilu serentak 17 April 2019 nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY mencatat ada sekitar 11.342 orang pemilih dari kalangan disabilitas.

Perhatian lebih ditunjukan KPU baik di tingkat provinsi, kota dan kabupaten agar rekan disabilitas ini tetap bisa leluasa dalam menggunakan hak suara.

KPU Bantul misalnya, nampak memberikan perhatian cukup serius terhadap pemilih dari penyandang disabilitas di wilayahnya.

Perlu diketahui, di Bantul telah terdata ada sekitar 1900 pemilih disabilitas secara kolektif, 350 orang di antaranya merupakan rekan dari kalangan tuna netra dan 400 dari tuna daksa.

Baca: Satpol PP Siapkan Personel Linmas Amankan Pemilu 2019

Belum lama ini, KPU Bantul bersama para relawan demokrasi melakukan pendidikan pemilih di kantor Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bantul.

Mereka tergabung dalam organisasi seperti PPDI, Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) dan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) se-Bantul.

“Di sana kami berbagi informasi seputar pemilu. Mulai dari tahapan, jenis pemilih dan peserta pemilu. Lalu tata cara pindah tempat memilih. Upaya ini demi mewujudkan Pemilu yang aksesibel dan inklusi,” kata Musnif Istiqomah selaku Kepala Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Bantul.

Perempuan yang akrab disapa Isti ini menjelaskan bahwa KPU Bantul juga membagikan leaflet braille saat pertemuan ini.

Baca: Jaga TPS Optimal, Sat Pol PP dan Satlinmas Harus Netral

Leaflet berisi tujuh lembar halaman ini berisi segala informasi terkait pemilu termasuk tata cara pemilu sampai jenis surat suara. Huruf dicetak braille, untuk memudahkan rekan tuna netra demi bisa mengakses konten.

“Leaflet braille ini bisa menjadi sumber informasi yang valid perihal pemilu untuk teman-teman tuna netra. Harapannya, meski dengan keterbatasan fisik mereka juga tetap bisa mendapatkan info terkait pemilu. Supaya kesadaran mereka untuk memakai hak suara juga tetap terjaga saat pemilu nanti,” kata Isti. (tribunjogja)

Penulis: sus
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved