Yogyakarta

Kerajinan Berbahan Kaca Bekas Ciptaan Sapto Tembus Pasar Mancanegara

Kerajinan Berbahan Kaca Bekas Ciptaan Sapto Tembus Pasar Mancanegara. Setiap Bulan Empat Kontainer Diekspor.

Kerajinan Berbahan Kaca Bekas Ciptaan Sapto Tembus Pasar Mancanegara
Tribun Jogja/ Victor Mahrizal
Daur ulang kaca besutan Sapto pada JIFFINA 2019 di Jogja Expo Center menjadi salah satu produk unggulan ramah lingkungan yang mendukung tema JIFFINA tahun ini, Innovation Furniture & Craft Product Lifestyle for Sustainable Forest. 

TRIBUNJOGJA.COM - Gelaran akbar para perajin Yogyakarta untuk merayu pasar internasional, Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA), masih terus bergulir hingga 16 Maret mendatang.

Sejumlah produk unik yang ramah lingkungan menjadi primadona buyer.

Salah satu kerajinan unggulan pada pameran akbar ini adalah kerajinan daur ulang limba kaca milik Sapto.

Usaha yang ia warisi secara turun menurun ini mampu melawan terpaan isu bahwa barang mewah tidak harus diciptakan dengan cara merusak lingkungan.

Tak heran sebuah patung kuda raksasa dari kaca, besutan Sapto menjadi salah satu ikon dan menghiasi pintu masuk pameran JIFFINA 2019.

Baca: OPPO Resmi Luncurkan Seri F11 di Indonesia

“Limbah kaca ini kan sampah yang sulit sekali dibuang, bahkan memusnahkannya pun harus hati-hati,” kata Sapto memulai perbincangan dengan Tribun Jogja, Kamis (14/3/2019).

Di bawah bendera RideOne Gallery, showroom milik Sapto menjadi satu-satunya kerajinan yang konsen menyulap limbah kaca menjadi furniture unik, seperti Venetian Mirror, Antique Mirror, 3D Mirror, Frame Photo, Table Mirror, Lantern, Lamp, Terrarium hingga Statue & Sculpture.

“Untuk desain sudah sampai ratusan, pasar mancanegara masih mendominasi, sejak isu lingkungan mengemuka buyer asing mulai memburu produk ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca: 465 Mahasiswa Ikuti Leadership Development Djarum Foundation Gelar

Tak heran jika dalam sebulan Sapto mampu mengirimkan dua kontainer produk, yang sebagian untuk memenuhi pasar di empat benua.

Menurutnya, permintaan produk daur ulang kaca di pasar mancanegara tinggi hanya kapasitas produksinya sudah tidak memungkinkan lagi.

“Kami pernah menerima pesanan untuk frame photo senilai Rp1,5 miliar hanya untuk frame foto saja. Terpaksa kami lepas, karena produk kami home made yang punya kendala dalam kecepatan produksi,” kata Sapto. (tribunjogja)

Penulis: vim
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved