Bisnis

Ekspor Furnitur Nasional Tembus US$ 1,69 Miliar

Kemampuan sektor padat karya berorientasi ekspor ini karena ditopang ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia, dan desain menarik.

Ekspor Furnitur Nasional Tembus US$ 1,69 Miliar
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ilustrasi: Produk mebel asal Sleman dalam gelaran Sleman Innovative Furnicraft & Fashion Expo (SIFFEX) 2019 di Sleman City Hall. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Industri furnitur nasional mampu menunjukkan daya saingnya di kancah global melalui berbagai produk unggulannya yang unik dan kompetitif.

Kemampuan sektor padat karya berorientasi ekspor ini karena ditopang ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia,  dan desain menarik.

“Industri furnitur merupakan salah satu sektor strategis dalam menopang perekonomian nasional. Selain itu, berperan penting dalam mendukung kebijakan hilirisasi industri karena berbasis sumber daya alam lokal, yang terus dipacu nilai tambahnya,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Minggu (10/3/2019) seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenperin.

Baca: Furniture Berbahan Campuran dan Ringan Jadi Trend Saat Ini

Kemenperin mencatat, kinerja ekspor dari industri furnitur Indonesia dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan tren yang positif.

Pada tahun 2016, nilai ekspornya sebesar US$ 1,60 miliar, naik menjadi US$ 1,63 miliar pada tahun 2017.

Sepanjang tahun 2018, nilai ekspor produk furnitur nasional kembali mengalami kenaikan hingga US$ 1,69 miliar atau naik 4% dibanding tahun 2017.

“Kami bertekad untuk semakin memacu kinerja ekspor furnitur. Apalagi, dengan potensi bahan baku yang kita miliki,” ungkap Menperin.

Baca: Pelaku Industri Furnitur Keluhkan Regulasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu

Indonesia merupakan penghasil 80 persen bahan baku rotan dunia, dengan daerah potensial rotan di Indonesia yang tersebar di berbagai pulau, terutama di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

Selain itu, sumber bahan baku kayu di Indonesia juga sangat besar, mengingat potensi hutan yang sangat luas hingga 120,6 juta hektare dengan terdiri dari hutan produksi mencapai 12,8 juta Ha.

“Dan, dengan anugerah Tuhan, kita memiliki iklim tropis sehingga berbagai jenis pohon dapat tumbuh cepat. Potensi sumber daya alam yang melimpah ini, seyogyanya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perekonomian bangsa serta untuk kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Halaman
12
Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved