Bisnis

Pemerintah Dorong Tumbuhnya Perusahaan Rintisan Sektor Pertanian

Fokus dalam kegiatan ini adalah untuk melakukan percepatan penumbuhan startup di bidang agribisnis.

Pemerintah Dorong Tumbuhnya Perusahaan Rintisan Sektor Pertanian
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon P
Para peserta lokakarya 'Akselerasi Perusahaan Rintisan Pertanian' bergambar bersama usai dibukanya kegiatan yang dilangsungkan di Royal Ambarukmo Yogyakarta, Senin (11/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah perwakilan dari beberapa negara ASEAN mengikuti lokakarya pertanian yang digelar oleh Asian Productivity Organization (APO) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Senin (11/3/2019) di Royal Ambarukmo Yogyakarta.

Lokakarya yang mengambil tema 'Akselerasi Perusahaan Rintisan Pertanian' tersebut, juga diikuti oleh perwakilan Bank Pembangunan Asia serta Universitas Cornell, New York sebagai sponsor pendamping.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini, yakni 11-15 Maret 2019 dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementan RI, Syukur Iwantoro.

Baca: Finalis Puteri Indonesia Dibekali Pengetahuan Politik dan Anti-Hoaks

Baca: Sejumlah Negara ASEAN Ikuti Lokakarya Pertanian

Syukur Iwantoro mengatakan, kegiatan yang sepenuhnya didukung oleh APO ini merupakan kegiatan tahunan yang kerap dilakukan guna meningkatkan produktivitas sumber daya manusia di lingkup Asia.

Fokus dalam kegiatan ini adalah untuk melakukan percepatan penumbuhan startup di bidang agribisnis.

Sedang narasumber yang dihadirkan berasal dari berbagai macam pelaku perusahaan rintisan (startup) di kawasan Asia.

Ia melanjutkan, ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan lokakarya kali ini, merupakan sebuah peluang yang potensial dan diharapkan bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi keberlangsungan iklim pertanian di Indonesia.

"Ada 12 startup agribisnis yang dilibatkan dalam lokakarya ini. Kami mengharapkan bahwa para peserta Indonesia bisa mengambil pengalaman dan manfaat yang maksimal, sehingga mempercepat pertumbuhan startup agribisnis di Indonesia," katanya.

Baca: Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Kembangkan Anggrek untuk Sarana Pembelajaran.

Direktur Produktivitas Kemnaker RI, Zuhri Bahri menjelaskan, perkembangan perusahaan rintisan di Indonesia saat ini masih dikuasai pada jenis usaha yang berbentuk lokapasar (marketplace) maupun layanan permintaan (on-demand).

Sementara dengan mayoritas penduduk yang bekerja di sektor pertanian dan kualitas produk yang tidak kalah saing, sektor agribisnis pertanian menjadi peluang sekaligus tantangan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan perusahaan rintisan.

"Di sisi lain startup bisnis di bidang pertanian juga tak hanya tempat untuk mendapatkan produk pertanian berkualitas, namun bisa pula menjadi sumber informasi bagi petani dalam mengelola usaha pertaniannya," ujarnya yang juga menjadi perwakilan APO Indonesia.

Tantangan lain yang mesti disikapi adalah mulai tergerusnya generasi pengganti di bidang pertanian.

Mengutip BPS pada 2013 lalu, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir Indonesia telah kehilangan lima juta petani akibat era digitalisasi.

Untuk itu, pemerintah RI melalui program sinergi aksi untuk ekonomi rakyat memandang perlunya pemanfaatan internet untuk meningkatkan pendapatan petani dengan melibatkan Pemda, BUMN, pihak swasta, dan masyakarat.

"Hal ini tentu perlu dibarengi dengan perbaikan regulasi, infrastruktur dan kebijakan pemerintah di sektor pertanian, baik penyimpanan serta pemasaran hasil-hasil pertanian," cetusnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved