Generasi Milenial Perlu Ruang Politik Kekinian

Penelitian dilakukan dengan menyebar kuisioner dan wawancara kepada para generasi millenial di DIY.

Generasi Milenial Perlu Ruang Politik Kekinian
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Komunitas Independen Sadar Pemilu (KISP) belum lama ini merilis hasil penelitian kuantitatif mereka terkait perilaku millenial voters di media sosial dalam merespon Pemilu serentak 2019.

Sejumlah fakta muncul dari hasil penelitian ini.

Salah satunya fakta bahwa generasi milenial butuh ruang pilitik kekinian.

Koordinator KISP, Edward Trias Pahlevi, dalam kuliah umum di Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) belum lama ini menjelaskan, penelitian dilakukan dengan menyebar kuisioner dan wawancara kepada para generasi millenial di DIY.

Genereasi millenial ini adalah mereka yang berusia 17-36 tahun.

Dari hasil penelitian tersebut, didapat fakta jika aplikasi instagram menjadi yang paling banyak dipakai oleh generasi millenial di DIY.

Prosentase pemakai instagram di DIY adalah 86,75% disusul whatsapp (65,5%), Facebook (63,75%), Twitter (45,75%) dan Line (38,5%). Dari aplikasi ini, bisa didapat fakta terkait gejolak Pilpres.

“Dari sini, didapat fakta bahwa generasi millenial di DIY relatif netral dalam pandangan politiknya. Mereka tidak begitu tertarik dengan keributan capres atau cawapres, baik nomor urut 01 maupun nomor 02 jelang pelaksanaan Pemilu. Ini terlihat dari dari penggunaan hashtag dalam postingannya,” beber Edward.

Temuan lainnya, 47% generasi millenial atau yang disebut millenial voters masih belum mengetahui apakah akan mengikuti Pemilu 2019 atau tidak.

Ini karena mereka lebih sering menemui informasi hoax atau ujaran kebencian di Medsos dibanding info mendidik. Pemahanan politik menjadi alasan masih banyaknya undecided voters.

Halaman
12
Penulis: sus
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved