Pendidikan

Dua Grup Riset UGM Jadi Pusat Unggulan Iptek

Dua grup riset UGM ditetapkan sebagai menjadi Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUIPT) oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Dua Grup Riset UGM Jadi Pusat Unggulan Iptek
istimewa
Dua grup riset UGM ditetapkan sebagai menjadi Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUIPT) oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua grup riset UGM ditetapkan sebagai menjadi Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUIPT) oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Kedua grup riset tersebut adalah grup riset halal atau Institute of Halal Industry and  System (IHIS) dan grup riset inovasi biomedis atau Center for Innovation of Medical Equipment and Devices (CIMEDs). 

Direktur Penelitian UGM, Prof Dr Mustofa Apt M Kes mengatakan dengan penetapan dua grup riset UGM ini sebagai PUIPT karena dinilai memiliki keunggulan kompetitif yang memungkinkan untuk alih teknologi dan pengetahuan, memiliki  kelembagaan yang kuat dan berkelanjutan.

Baca: Uniknya Citarasa Choi Pan di Yamie Singkawang Yogyakarta

“Diharapkan mampu menjadi rujukan nasional, berkelas dunia dan menjadi kebanggaan bangsa,” kata Mustofa dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Sabtu (9/3/2019).

Dua grup riset yang jadi pusat unggulan iptek ini kata Mustofa akan dibiayai oleh pemerintah untuk menjadi lembaga riset yang produktif dan unggul di bidangnya masing-masing.

Mustofa menerangkan grup riset halal (IHIS) adalah kelompok riset yang melakukan kajian-kajian tentang pangan, sistem dan industri halal.

Menrutnya, UGM sebagai leading university di Indonesia telah memulai riset tentang Halal sejak tahun 2008 dan telah berkembang menjadi pusat penelitian produk halal pada tahun 2011.

Baca: Sekolah Vokasi UGM Akan Buka Program D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan Tahun Ini

Pendirian kelompok riset ini menurutnya dalam rangka menjadikan UGM sebagai pusat unggulan dalam bidang halal dan juga pengembangan kebijakan halal. 

“Kita ingin mendukung pembangunan bangsa dalam halal pangan, kesehatan, layanan sosial, pariwisata, dan sektor lain yang bersentuhan dengan sistem halal,” ujarnya.

Sementara kelompok riset inovasi biomedis(CIMEDs) merupakan kelompok riset yang mewadahi penelitian di bidang teknik biomedisyang terdiri atas beberapa peneliti utama di bidang teknik mesin, material, manufaktur, dan kedokteran.

Baca: Berdayakan Pedagang Sayur Tradisional, Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi OkeSayur

Ia menambahkan penelitian kelompok riset inimeliputi riset dasar, riset terapan, pengembangan produk biomedis, dan pengujian laboratorium maupun klinis. 

“Aktifitas risetnya  untuk mengembangkan produk-produk peralatan dan piranti kesehatan di Indonesia, sehingga ketergantungan pada produk impor dapat dikurangi,” katanya.

Seperti diketahui kelompok riset CIMEDs diketuai oleh Dr Suyitno, ST, M Sc didampingi oleh Dr Budi Arifvianto, ST, M Biotech. sebagai wakil ketua. 

Sementara kelompok riset halal diketuai Ir Yuny Erwanto, SPt, MP, PhD. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved