Magelang

Ungkapan Kebebasan dan Cinta dalam Karya Lukisan Puluhan Seniman dari Berbagai Negara

Ungkapan Kebebasan dan Cinta dalam Karya Lukisan Puluhan Seniman dari Berbagai Negara

Ungkapan Kebebasan dan Cinta dalam Karya Lukisan Puluhan Seniman dari Berbagai Negara
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Niluh Sudarti, berswafoto di depan lukisan karyanya 'Buto Selfie'. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Kebebasan dan cinta menjadi tema karya dari 24 seniman visual dari 11 negara dalam pameran seni internasional 'International Art Exhibition-Freedom and Love' di Padepokan Apel Watoe, Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (9/3/2019) hingga Selasa (9/4/2019) mendatang.

Mereka mengekspresikan kebebasan dan perasaan cinta yang dikemas dan disajikan apik dalam 54 buah karya seni.

"Semua karya mengacu pada cinta kasih kepada apa saja. Cinta abstrak, cinta kepada negara, cinta kepada tanah air, kepada agama, kekasih, kepada apa saja. Akhir-akhir ini, rasa cinta kasih agak luntur. Pameran ini untuk mengembalikan spirit, meski setiap orang berbed, tetapi cinta kasih harus tetap ada," ujar Deddy PAW, panitia 'International Art Exhibition-Freedom and Love' dalam jumpa pers di Padepokan Apel Watoe, Borobudur, Magelang, Jumat (8/3/2019).

Ada sebanyak 54 karya yang dipamerkan dalam pameran seni internasional ini. Ada 24 seniman dari 11 negara yang memamerkan karyanya di sini.

Baca: Pemkab Kulon Progo Wacanakan Bangun Rusus Lagi di Kokap

Mereka adalah seniman yang sudah cukup ternama di negara masing-masin, seperti Abu Jalal Sarimon, Alef Ahmad, Barry Yeow, Chia Chor Hua, Cipto Purnomo.

Kemudian, Deddy PAW, D'gers Gersende Feitouchi. Eddie Lui, Farrukh Negmatzade, Kexin Zhang, Lloyd Lusica, Nabila Nabi, Nahla Ali, Nega Hain, Niluh Sudarti, Nurfu Ad, Pervaj Hasan Rigan, Roy Espinosa, Suhat Sugiyou, Swati Palekar, Syis Paindow, Umar Chusaeni, Visithra Manikam, Winnie Mak.

"Mereka berasal dari 11 negara, ada yang dari Singapura, Malaysia, India, Tajikistan, Filipina, Hongkong, China, Filipina, Mesir, Bangladesh dan Prancis. Ada juga seniman lokal dari Indonesia, seperti Cipto Purnomo, Niluh Sudarti, Sys Paindow, Nurfu Ad, dan Umar Chusaeni," ujar Deddy.

Lukisan-lukisan karya para seniman ini terlihat jelas menggambarkan tentang tema yang diangkat yakni tentang kebebasan dan perasaan cinta. Hal ini terlihat dari goresan-goresan dalam lukisan yang ekspresif, dengan garis yang fleksibel, dan warna-warni yang tak monoton. Para seniman ini mengungkapkan kebebasannya dengan menciptakan karya tanpa terkekang pakem.(tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved