Perdana, Rukyatul Hilal di Menara Masjid Agung Sleman

Masjid Agung Sleman kini memiliki menara setinggi 68 meter. Peresmian dilakukan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo beberapa waktu lalu.

Perdana, Rukyatul Hilal di Menara Masjid Agung Sleman
Istimewa
Rukyatul Hilal di menara Masjid Agung Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Masjid Agung Sleman kini memiliki menara setinggi 68 meter. Peresmian dilakukan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo beberapa waktu lalu.

Memanfaatkan ketinggian tersebut, tim dari Kementerian Agama DIY dan Badan Hisab Rukyat (BHR) DIY, Kamis (7/3) petang, melakukan rukyatul hilal awal bulan Rajab 1440 H.

Hadir dalam kesempatan ini jajaran Kasi pada Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Nur Ahmad Ghojali dan Herry Gatot Widodo, Kepala Kankemenag Sleman Sya'ban Nuroni, Ketua BHR DIY Muthoha Arkanuddin serta anggota tim lainnya.

Menurut Nur Ahmad Ghojali, rukyat yang ditempatkan di masjid agung yang pernah menjuarai masjid paripurna nasional ini merupakan perdana dilakukan.

"Hal ini untuk mengawali manfaat dari menara yang dibangun sebagai ikon Sleman," ungkapnya di sela kegiatan rukyatul hilal.

Sementara hasil pantauan hilal, menurut Muthoha Arkanuddin, tidak terlihat karena tertutup awan cukup tebal.

"Posisi hilal 8 derajat di atas ufuk, sebenarnya sudah masuk kategori tinggi untuk dirukyat, namun karena suasana mendung tertutup awan sehingga tidak terlihat," jelasnya.

Kendati demikian, tambah Ghojali, secara hisab dapat dipastikan bahwa awal Rajab jatuh pada Jumat tanggal 8 Maret 2019.

"Allahumma bariklana fi rajaba wa sya'bana wa balighna Ramadhan, ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan," pungkas Ghojali. (rilis kemenag diy)

Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved