Kota Magelang

USBN di Kota Magelang Masih Gunakan Kertas

Ujian berlangsung dengan cara manual yakni sistem kertas, meski sekolah di kota Magelang sendiri diklaim sudah siap.

USBN di Kota Magelang Masih Gunakan Kertas
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Siswa SMAN 1 Magelang mengerjakan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di hari ketiga, Rabu (6/3/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di Kota Magelang tak dilaksanakan dengan terkomputerisasi seperti halnya UNBK kemarin.

Ujian berlangsung dengan cara manual yakni sistem kertas, meski sekolah di kota Magelang sendiri diklaim sudah siap.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Magelang, Sucahyo Wibowo, mengatakan, ujian masih menggunakan sistem kertas dan tak menggunakan komputer atau smartphone, karena berbagai pertimbangan.

SMA di Kota Magelang memilih menggunakan sistem kertas karena perlu adanya aplikasi, persiapan yang matang, keterbatasan waktu dalam penyusunan soal, serta mepetnya waktu pengiriman soal dari provinsi.

Baca: Jadwal UN dan Kisi-Kisi Ujian Nasional dan USBN SMA Tahun 2019

“Soal USBN itu sebanyak 20%-25% dari Provinsi dan soal dikirim cukup mepet, sehingga kita putuskan bersama agar memakai sistem manual atau kertas. Selain itu perlu persiapan matang dan perlu aplikasi," kata Sucahyo, Rabu (6/3/2019).

Meski begitu, dari 14 SMA/MA se-Kota Magelang, terdapat dua sekolah yakni MA Al Iman dan MAN Kota Magelang yang menggunakan USBN berbasis komputer. 

"Di sana sudah lengkap sarana prasarananya, selain itu juga karena mereka sudah di bawah naungan Kementerian Agama," kata Sucahyo.

Jumlah peserta yang mengikuti USBN sendiri yakni 2.159 siswa dari 14 SMA/MA se- Kota Magelang, dengan rincian siswa IPA 1.027 anak, IPS 1.014 anak, Bahasa 48 anak.

Baca: Siswi SDN Ungaran Yogyakarta Ini Raih Nilai USBN Tertinggi se-DIY

Soal dibuat dua tipe berdasarkan kurikulum yang masih dipakai oleh sekolah, yakni kurikulum KTSP 2006 untuk 669 siswa dan Kurikulum 2013 untuk 1.490 siswa.

"Ada dua orang pengawas dalam satu ruang. USBN juga cukup ketat dalam pengawasannya dikarenakan agar anak juga terbiasa dalam persiapan UNBK," katanya.

Pelaksanaan USBN sendiri memasuki hari ketiga dengan mata pelajaran yang diujikan yakni Matematika (Umum) dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved