Kota Magelang

Pemkot Magelang Uji Coba Padi 'Raksasa' Varietas PIM di Kota Magelang

Salah satunya adalah tinggi tanaman yang bisa mencapai dua meter dengan bulir padi yang lebih berisi dan perawatan yang mudah.

Pemkot Magelang Uji Coba Padi 'Raksasa' Varietas PIM di Kota Magelang
Istimewa
Seorang petani sedang merawat tanaman padi PIM di lahan bengkok Cacaban, Magelang Tengah, Rabu (6/3) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang melaksanakan uji coba budi daya padi PIM di lahan pertanian Cacaban, Magelang Tengah, Rabu (6/3/2019).

Varietas padi asal Blitar ini diklaim memiliki keunggulan dibanding padi varietas lainnya.

Salah satunya adalah tinggi tanaman yang bisa mencapai dua meter dengan bulir padi yang lebih berisi dan perawatan yang mudah.

"Padi memiliki karakteristik khas, antara lain tinggi tanaman yang bisa mencapai 2 meter, bulir padi lebih berisi dan banyak per pohon, serta perawatan lebih mudah," kata Penyuluh Pertanian Disperpa Kota Magelang, Sam Wahyono, Rabu (6/3/2019).

Baca: Padi Gogo Diserang Hama Uret, Petani Terancam Gagal Panen

Sam menjelaskan bibit padi PIM ditanam di atas lahan bengkok seluas sekitar 1.500 meter persegi akhir 2018 lalu. Padi ditanam secara organik, dengan pupuk alami.

Pestisida diberikan dengan dosis sedikit untuk mengatasi hama tikus.

"Kita tanam secara organik, sebab kalau tidak (organik), dengan tinggi tanaman 2 meter akan cenderung mudah roboh. Padi ini memakai pupuk alami. Penggunaan cairan pestisida hanya dipakai untuk menghindari serangan hama tikus," ujarnya.

Kendati demikian, ketinggian padi PIM di Kota Magelang hanya sekitar 160-170 centimeter saja karena metode pengairan yang berbeda dengan daerah asalnya.

Adapun masa panen selama 115 hari.

Baca: Dongkrak Produksi Padi, Batan Kenalkan Varietas Sidenuk Kepada Petani

Ia memperkirakan panen pertama akan dilakukan Maret 2019 ini.

Nantinya varietas ini akan dijual berupa bibit dengan harga yang lebih murah kepada masyarakat.

Banyak petani yang memesan bibit ini ke Disperpa setempat.

Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko, berharap indeks produksi padi PIM akan bagus sehingga ke depan bisa ditiru oleh petani Magelang dan bisa menambah pendapatan mereka.

"Harapannya kalau produktivitasnya baik, hasilnya akan disebar ke masyarakat," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved