Bisnis

Yogyakarta Sudah Mulai Melakukan Digitalisasi Pasar Tradisional

Proses digitalisasi sudah diterapkan dalam penarikan dan pembayaran retribusi pasar di Kota Yogya, Sleman dan Bantul.

Yogyakarta Sudah Mulai Melakukan Digitalisasi Pasar Tradisional
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Suasana transaksi jual beli di Pasar Beringharjo, Sabtu (12/5/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sesuai dengan program pemerintah pada tahun 2019, yang akan melakukan digitalisasi 500 pasar tradisional, di Yogyakarta sendiri sampai saat ini sebagian sudah menerapkan hal tersebut.

Aris Riyanta, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY mengungkapkan jika proses digitalisasi tersebut sudah diterapkan dalam penarikan dan pembayaran retribusi pasar di Kota Yogya maupun di Kabupaten Sleman dan di Kabupaten Bantul.

Pasar-pasar sudah digitalisasi diantaranya Pasar Beringharjo, Imogiri, Wates, Sentolo dan Pasar Sleman.

Selain itu, transaksi antara penjual dan pembeli juga sudah mulai ada yang menggunakan pembayaran secara e-payment, baik pada penjual juga pada toko besar.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

"Digitalisasi pasar rakyat saat ini sebagian sudah ditetapkan dalam penarikan, pembayaran retribusi pasar di kota dan di Sleman. Transaksi penjualan dan pembeli juga sudah ada yang menggunakan e-payment," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Selain, itu Aris menerangkan jika di pasar-pasar tersebut juga sudah dipasang papan informasi harga harian secara digital.

Untuk keamanan juga sudah dipasang CCTV.

"Untuk keamanan pasar sudah ada pemasangan CCTV, dan juga sudah dipasang papan informasi harga harian secara digital walau belum untuk menyeluruh semua pasar," terangnya.

Baca: Belanja di Pasar Tradisional, Warga Bisa Bawa Pulang Sepeda Motor

Dia mengungkapkan jika digitalisasi pasar ini akan lebih memudahkan dan praktis tanpa bawa uang cash, walaupun saat ini sudah ada model online yang di toko.

"Dengan semakin majunya teknologi informasi digital dan model cashless diharapkan bisa menjangkau tips pasar lainnya. Namun, perlu dievaluasi nantinya seumpama yang berjalan," ungkapnya

Dia mengungkapkan, meskipun pasar tradisional sudah ada cashless.

Namun masih memiliki ciri khas tersendiri, yakni tawar menawar dan bisa bertemu untuk silaturahmi.

Baca: Revitalisasi Pasar Argosari Diharap Dapat Memecah Kepadatan Taman Kuliner

"Orang untuk pindah perilaku itu butuh waktu, di pasar tradisional masih terdapat tawar menawar dan bisa bertemu silaturahmi, tidak hanya cashless. Digital ini hanya memudahkan bertransaksi, bukan memudahkan esensi dari pasar tradisional," ungkapnya.

Aris berharap dengan digitalisasi pasar tradisional fasilitas pendukung bisa lebih lengkap.

"Saya harap penataan pedagang yang tepat, fasilitas pendukung lebih lengkap, ada supplai air bersih, ada penanganan sampah. Papan informasi yang lengkap," terangnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved