Techno

Dikecam Organisasi HAM dan Parlemen AS, Google Tolak Hapus Aplikasi yang Dianggap Diskriminatif Ini

Baik Google maupun Apple sejatinya sudah diberi tenggat hingga 28 Februari lalu untuk menghapus aplikasi tersebut.

Dikecam Organisasi HAM dan Parlemen AS, Google Tolak Hapus Aplikasi yang Dianggap Diskriminatif Ini
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Google menolak untuk menghapus aplikasi kontroversial bernama Absher dari toko aplikasi miliknya meski telah mendapat kecaman dari organisasi HAM dan parlemen AS.

Menurut Google, meski aplikasi Absher dituding memfasilitasi pemerintah Arab untuk melakukan diskriminasi pada wanita, pihaknya telah melakukan pengecekan dan menyatakan aplikasi tersebut tidak melanggar aturan.

Aplikasi tersebut dikritik oleh organisasi Hak Azasi Manusia dan para politisi di Washington.

Pasalnya, aplikasi Absher ini disinyalir ikut memfasilitasi terjadinya diskriminasi terhadap perempuan di Arab Saudi.

Absher dirilis oleh pemerintah Arab Saudi pada tahun 2015 lalu dan terdaftar dalam kategori "produktivitas" di Google Play Store dan Apple Store.

Pada dasarnya, Absher merupakan aplikasi resmi yang dirilis pemerintah Arab, bagi warganya yang ingin menggunakan layanan Kementerian Dalam Negeri di sana.

Baca: Fasilitas Misil Patriot AS di Taiwan Tak Sengaja Terungkap di Google Maps

Aplikasi ini dapat mempercepat birokrasi seperti pengajuan visa, pendaftaran nomor kendaraan, hingga membuat janji dengan pemerintah setempat.

Namun pada aplikasi ini menjadi kontroversial karena juga memfasilitasi undang-undang perwalian negara.

Undang-undang tersebut berisi aturan tentang kewajiban wanita yang harus meminta izin untuk bepergian kepada pasangan atau saudara laki-laki.

Dengan aplikasi ini, wali pria dapat memberikan atau mencabut izin wanita untuk bepergian.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved