Lifestyle

Perhatikan Asupan Nutrisi dan Kesehatan Agar Kucing Peliharaan Panjang Umur

Kucing serta anjing sebenarnya memiliki anatomi fisiologis yang berbeda dengan manusia, sehingga mereka memerlukan nutrisi yang berbeda

Perhatikan Asupan Nutrisi dan Kesehatan Agar Kucing Peliharaan Panjang Umur
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Drh Neno Waluyo Sukelan, Dokter Khusus Royal Canin sebagai brand tersohor penyedia makanan kucing dan anjing saat ditemui disela acara Jogjakarta Cat Camphionship 2019 yang digelar di atrium Jogja City Mall, Minggu (3/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kucing memang telah menjadi salah satu hewan peliharaan favorit masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Namun banyaknya penggemar kucing ini belum dibarengi dengan kesadaran untuk memberikan konsumsi atau asupan nutrisi yang cocok bagi hewan peliharaannya.

Drh Neno Waluyo Sukelan, Dokter Khusus Royal Canin sebagai brand tersohor penyedia makanan kucing dan anjing mengatakan banyak penghobi dan pemelihara kucing menganggap bahwa hewan peliharaannya memiliki kebutuhan yang sama dengan manusia atau kata lain memanusiakan hewan (anthropomorphism).

Padahal kucing serta anjing sebenarnya memiliki anatomi fisiologis yang berbeda dengan manusia, sehingga mereka memerlukan nutrisi yang berbeda pula dengan manusia.

Baca: Kucing Terkaya Dunia Ini Dapat Warisan Rp 2,8 Triliun dari Harta Pemiliknya

"Hal ini (anthropomorphism) tentu tidak dapat diterapkan. Karena kesehatan tubuh (kucing) bergantung pada asupan nutrisinya," kata Neno kepada TribunJogja.com disela acara Jogjakarta Cat Camphionship 2019 yang digelar di atrium Jogja City Mall, Minggu (3/3/2019).

Neno menambahkan, kesadaran pemilik kucing untuk mau berkonsultasi dengan dokter hewan sebagai upaya pemeliharaan dan pencegahan terhadap penyakit juga belum banyak dilakukan oleh pemilik hewan.

Hal ini menimbulkan angka harapan hidup serta kesehatan hewan belum tinggi dan membuat penyebaran penyakit serta masalah kesehatan banyak bermunculan.

Padahal hal tersebut menjadi tanggung jawab pemilik atau pemelihara sepenuhnya.

"Namun pemilik kucing lebih banyak mengandalkan saran dan pengetahuan kawan atau sahabat maupun orang terdekat yang bukan ahli, sehingga seringkali saran yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi kucingnya," lanjutnya.

Baca: Kucing Ini Selamat setelah Sempat Membeku karena Terkubur Salju

Lebih lanjut, Neno menjelaskan, bahwa saran yang kadang diberikan oleh orang terdekat tersebut bisa saja justru bertentangan dengan kesejahteran hewan (animal welfare).

Halaman
12
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved