Laporan Hujan Abu Tipis di Sleman, Warga Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Akibat dari awan panas tersebut, beberapa daerah di sekitar Merapi mengalami hujan abu tipis.

Laporan Hujan Abu Tipis di Sleman, Warga Tetap Beraktivitas Seperti Biasa
BPPTKG
Gambar Aktivitas Gunung Merapi 27 Februari 2019 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas, Sabtu (2/3/2019) pagi.

Akibat dari awan panas tersebut, beberapa daerah di sekitar Merapi mengalami hujan abu tipis.

Salah satu wilayah yang terdampak hujan abu tipis adalah Desa Glagaharjo di Kecamatan Cangkringan.

Kades Glagaharjo, Suroto, membenarkan bahwa setelah Merapi mengeluarkan awan panas, hujan abu tipis melanda wilayahnya.

"Betul, tapi tipis saja, ini sudah mandali (aman terkendali). Warga sudah aktifitas seperti biasa," ujarnya.

Baca: Sempat Diguyur Hujan Abu Tipis, Aktivitas Warga Kepuharjo Sleman Tetap Berjalan Normal

Baca: Laporan TRC BPBD, Hujan Abu Tipis Terpantau di Beberapa Wilayah Sleman

Ia pun mengatakan bahwa desa sudah menyiapkan stok masker bila terjadi hujan abu.

Namun demikian, untuk perisitiwa saat ini menurutnya belum memerlukan penyebaran masker.

"Kalau ke warga enggak ada (pemberian masker). Namun stok di desa atau di pos-pos sudah ada dan menyukupi," terangnya.

Terpisah Makwan selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman memaparkan, berdasarkan laporan dari TRC BPBD, hujan abu tipis terpantau di Kalitengah lor, Kaliurang, Turgo, Ngepring, Nganggring, dan Tunggul arum.

Pagi ini, Sabtu (2/3/2019), gunung tersebut dilaporkan mengeluarkan guguran awan panas hingga tujuh kali
Pagi ini, Sabtu (2/3/2019), gunung tersebut dilaporkan mengeluarkan guguran awan panas hingga tujuh kali (Twitter @sukiman)

Kabupaten Sleman telah menyiapkan stok 600 ribu masker untuk mengatasi dampak abu vulkanik. Namun Makwan mengatakan bahwa untuk kondusi saat ini masih belum diperlukan penyebaran masker.

"Belum dibutuhkan, masih aman terkendali," tuturnya.

Sebelumnya bupati Sleman Sri Purnomo bersama dengan anggota Forkopimda lainnya memperhatikan beberapa terkait kondisi di Kabupaten Sleman, salah satunya mengenai aktivitas Gunung Merapi yang secara kasat mata aktif mengeluarkan guguran lava pijar, dan awan panas.

“Aktivitas Merapi yang secara kasat mata aktif, agar menjadikan perhatian dan kesiapsiagaan kita bersama. Kami melalui BPBD selalu mengupdate informasi terkait Merapi dan menyampaikannya secara rutin kepada jajaran komunitas relawan, pemangku kepentingan dan masyarakat,” ujarnya. (*)

Penulis: nto
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved