ADVERTORIAL

Hotel Jambuluwuk Harapkan Yogyakarta Tanpa Narkoba

Jambuluwuk Malioboro Hotel bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY melakukan aksi Liburan Tanpa Narkoba pada Kamis (28/2/2019).

Hotel Jambuluwuk Harapkan Yogyakarta Tanpa Narkoba
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Jambuluwuk Malioboro Hotel bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY melakukan aksi Liburan Tanpa Narkoba, di seputar Tugu Yogyakarta pada Kamis (28/2/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Prihatin dengan penggunaan Narkoba yang semakin hari semakin merajalela, Jambuluwuk Malioboro Hotel bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY melakukan aksi Liburan Tanpa Narkoba, di seputar Tugu Yogyakarta pada Kamis (28/2/2019).

Silvia Herliana P, Sales & Marketing Manager Jambuluwuk Hotel Yogyakarta mengungkapkan jika aksi ini dilakukan sebagai wujud keprihatinan Jambuluwuk atas banyaknya pengguna narkoba.

"Aksi ini merupakan wujud keprihatinan kita, dimana semakin hari semakin banyak pengguna narkoba, baik di dalam hotel maupun yang lainnya. Kita kan tinggal di kota Pariwisata, kita sama-sama mencegah supaya tidak ada lagi yang menggunakan narkoba dan masuk ke kota pariwisata ini," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

Silvia mengatakan jika Yogyakarta yang merupakan kota Pariwisata jangan sampai tercemar oleh adanya kasus narkoba.

"Orang selalu berpikir bahwa Yogyakarta selalu ngangenin. Nah, jangan sampai tercoreng gara-gara kasus narkoba. Kita lihat di TV banyak yang meninggal gara-gara narkoba, bahkan di hotel. Selain itu juga banyak yang tertangkap di hotel karena narkoba. Kita kota pariwisata, banyak sekali hotel, jangan sampai kita kena seperti itu," ungkapnya

Di dalam aksi ini, Jambuluwuk menampilkan icon tradisional yang dimilikinya, seperti ditampilkan tokoh Rama, Shinta, Anoman dan yang lainnya.

Silvia menerangkan jika Jambuluwuk selalu mengedepankan sisi tradisi yang ada di tiap-tiap daerahnya.

Baca: Cegah Peredaran Narkoba, Rutan Wates Perketat Pengawasan Terhadap Pengunjung

"Icon kita memang tradisional, tanpa meninggalkan sisi modern. Jambuluwuk ini ada di 5 tempat, yakni di Gili Trawangan, Batu Malang, Ciawi Bogor, Seminyak Bali, Yogyakarta, dimana masing-masing tempat selalu sesuai dengan sisi tradisional yang dimilikinya. Kalau di Yogyakarta ya Jawa banget, kalau Bali ya bali banget, untuk Jawa Barat ya Sunda banget," ungkapnya.

Selain itu, Silvia menerangkan jika dalam aksi ini pihaknya juga membagikan 500 voucher bersama dengan stiker antinarkoba kepada pengendara yang berhenti di lampu merah seputaran Tugu Yogyakarta.

Untuk voucher yang dibagikan antara lain Voucher Kamar, Makan, Karaoke, SPA, Gym, dan segala fasilitas yang ada di Jambuluwuk.

Baca: Benang Kusut Peredaran Narkoba di Yogyakarta

"Kita personil yang diturunkan ada sekitar 50 orang. Kita ingin mengajak, ayo sama-sama perangi narkoba. Kita bagikan voucher ke pengguna jalan dan stiker tentang antinarkoba," ungkapnya.

Lebih lanjut, Silvia berpesan bahwa narkoba merupakan sesuatu yang tidak bagus untuk diri sendiri dan orang lain.

Maka, hal tersebut haruslah dijauhi.

"Narkoba tidak bagus untuk diri sendiri dan orang lain, pertama bagi tubuh tidak bagus, dari sisi ekonomi juga tidak akan berhenti karena kecanduan. Bagaimanapun caranya orang yang sakau maka dia akan terus, dan menghabiskan uang juga," ucapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved