Pemilu 2019

Bawaslu Kota Yogyakarta : Tiga Kecamatan Memiliki Kerawanan Tinggi

Bawaslu Kota Yogyakarta telah memetakan titik rawan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Yogyakarta.

Bawaslu Kota Yogyakarta : Tiga Kecamatan Memiliki Kerawanan Tinggi
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Tri Agus Inharto saat berada di Gudang KPU Kota Yogyakarta, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM - Bawaslu Kota Yogyakarta telah memetakan titik rawan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Yogyakarta.

Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Tri Agus Inharto mengatakan bahwa faktor terbesar terkait kerawanan adalah menyangkut keamanan.

"Kerawanan keamanan ada di TPS daerah Ngampilan, Kotagede, dan Gondokusuman. Ketika persaingan caleg kuat dan pernah ada titik konflik di sana, maka akan muncul kerawanan keamanan," ujarnya, Kamis (28/2/2019).

Ia pun mengatakan, saat ini tidak hanya persaingan antar partai yang terasa memanas, bahkan dalam internal partai pun perebutan kursi dirasa sangat kental. 

Baca: Elektabilitas Perindo Kuat di Pemilih Milenial

Faktor eksternal dan internal partai ini juga yang berkontribusi terhadap kerawanan keamanan di tiap-tiap TPS di Kota Yogyakarta.

"Kalau dari 1.373 TPS ada berapa jumlah yang rawan, secara angka belum kita hitung. Tapi potensi kerawanan ada di tiap kecamatan," tambahnya.

Selain kerawanan keamanan, pihaknya juga mewaspadai adanya kerawanan terkait SDM yang ada, mulai dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), hingga Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).

Baca: Jusuf Kalla: Kalau Jokowi Menang Pengusaha Tak Usah Khawatir, Kalau Sebelah Saya Tidak Tahu

Agus menambahkan, antisipasi yang dilakukan terkait kerawanan yang ada adalah dengan gencar melakukan sosialisasi bersama Panwaslucam  tentang regulasi serta melakukan pendekatan ke tokoh masyarakat setempat agar suasana kondusif.

"Jadi nanti ada mekanisme penyelesiaan sengketa di lapangan terpusat di kecamatan. Sengketa itu misalkan ada selisih, berita acara tidak benar, ini sedang digodok," bebernya.(tribunjogja)

Penulis: kur
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved