Bisnis

BBKB Sebut Banyak Perajin Batik Belum Kantongi SNI

BBKB menuturkan saat ini masih banyak perajin maupun pengusaha batik yang belum mengantongi standarisasi produk batik nasional atau SNI.

BBKB Sebut Banyak Perajin Batik Belum Kantongi SNI
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Pemberian penghargaan dari Balai Besar Kerajinan dan Batik kepada Pelanggan BBKB dalam acara Temu Pelanggan BBKB 2019 di Hotel Gaia Cosmo Hotel Yogyakarta, Selasa (26/2/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) menuturkan saat ini masih banyak perajin maupun pengusaha batik yang belum mengantongi standarisasi produk batik nasional atau SNI.

Hal ini diungkapkan di sela acara Temu Pelanggan BBKB 2019 di Hotel Gaia Cosmo Hotel Yogyakarta, Selasa (26/2/2019).

Ulfi Khabibah, Auditor Lembaga Sertifikasi Produk BBKB menuturkan saat ini masih ada pengusaha batik besar dan UMKM yang belum mengantongi SNI.

Padahal menurut Ulfi, standarisasi ini menjadi penting lantaran bisa membawa produk kerajinan masuk ke pasar global.

Baca: Warna Apakah yang akan Menjadi Tren Make Up Tahun Depan?

"Rata-rata mereka belum mau mengurus karena memang belum ada kewajiban dari negara, namun beberapa sudah ada yang mengantongi," kata Ulfi kepada wartawan di sela acara.

Menurut Ulfi, standarisasi produk lewat SNI ini akan membantu para pelaku usaha batik untuk merambah pasar dunia.

Batik ini merupakan warisan budaya khas Indonesia sehingga pasar dunia akan mengacu pada standar produk batik asal Indonesia lewat logo SNI ini sehingga produk akan diterima oleh pasar dunia.

Selain itu juga menjadi pembeda agar konsumen tahu produk kerajinan batik tersebut asli atau tidak.

"Batik itu warisan budaya jadi ketika dibawa ke global batik ini akan terstandarisasi, kan kita tahu saat ini banyak produk dari luar yang juga membuat kerajinan semacam batik, ini menjadi penyaring serta menandai bahwa ini batik sudah terstandar nasional dengan label SNI," katanya.

Baca: Motif Batik Truntum Khas Yogyakarta Bakal Mejeng di Grand Final Puteri Indonesia 2019

Ia juga menyebut bahwa dengan para pelaku usaha batik mengantongi standarisasi SNI, secara tidak langsung akan melindungi roda bisnis pelaku usaha batik tersebut.

Sementara itu menurut Kepala BBKB, Titik Purwati Widowati mengatakan kendala utama untuk membawa batik nasional benar-benar terstandarisasi adalah kesadaran perajin dan pengusaha.

Hal ini menurut Titik karena dalam proses standarisasi ada klasifikasi wajib dan tidak wajib sehingga hal tersebut membuat perajin belum mau secara sukarela melakukan standarisasi.

"Padahal standarisasi itu penting dalam menjual produk manufaktur ke pasar global sehingga kita harus menyadarkan mereka, pentingnya di situ tapi kita berupaya untuk terus melakukan sosialisasi, hasilnya respon positif banyak yang tertarik dan sadar bahwa standar ini membuat produk mereka laki di pasar internasional," pungkasnya pada Tribunjogja.com. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved