Pendidikan

UCY Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Perguruan Tinggi Berbasis KKNI

Workshop ini menghadirkan pembicara Kepala LLDikti Wilayah 5 Yogyakarta, Dr Ir Bambang Supriyadi, dan Sekretaris Kopertais Dr Hisyam Zaini.

UCY Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Perguruan Tinggi Berbasis KKNI
istimewa
Dalam evaluasi kurikulum setiap lima tahun, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) menggelar workshop pengembangan kurikulum perguruan tinggi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam evaluasi kurikulum setiap lima tahun, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) menggelar workshop pengembangan kurikulum perguruan tinggi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Workshop selama dua hari ini menghadirkan pembicara Kepala LLDikti Wilayah 5 Yogyakarta, Dr Ir Bambang Supriyadi, CES, DEA, MS dan Sekretaris Kopertais Dr Hisyam Zaini MA.

Kepala LLDikti Wilayah 5 Yogyakarta, Dr Ir Bambang Supriyadi, CES, DEA, MS mengatakan, penyelenggaraan pendidikan tinggi harus mengacu pada UU No 12 /2012.

Lanjutnya, untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi di segala bidang, satu di antaranya pengembangan Kurikulum KKNI yang mengacu pada Perpres No 2 tahun 2012 yang harus segera direspon oleh program studi.

Baca: PBTY Telah Usai, Capaian Tertinggi Masuk Wonderful Indonesia

“Perumusan kurikulum harus mempertimbangkan keunggulan UCY yang tercermin pada profil lulusan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Senin (25/2/2019).

Untuk itu, universitas harus mempertimbangkan berbagai aspek, baik eksternal maupun internal sesuai perkembangan teknologi.

"Hal ini tentu harus tercermin dalam capaian pembelajaran dan kompetensinya," lanjutnya.

Ia menambahkan, UCY sudah semestinya meningkatkan kinerjanya, agar kepercayaan publik meningkat.

Baca: STIE Mitra Indonesia Dorong BUMDes Manfaatkan Media Sosial

Oleh karenanya usulan penambahan program studi  baru harus benar-benar dipersiapkan dengan baik.

Adanya rencana pembukaan prodi baru perencanaan wilayah dan arsitek tentunya perlu dipertimbangkan terhadap perkembangan teknologi global termasuk revolusi industri 4.0.

Sementara itu, Rektor UCY, Ciptasari Prabawanti menambahkan, UCY tengah mengembangkan sistem tatakelola, informasi, penjaminan mutu internal dan pembenahan sarana prasarana sebagai pendukung mutu pembelajaran.

"Sekaligus persiapan akreditasi instusi perguruan tinggi dan beberapa prodi yang menjelang habis masanya," jelasnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved