Pemilu 2019

Strategi PPP Raih Suara Milenial, Caleg Harus Aktif di Sosial Media

Strategi PPP Raih Suara Milenial, Caleg Harus Aktif di Sosial Media, Minimal Instagram dan Facebook.

Strategi PPP Raih Suara Milenial, Caleg Harus Aktif di Sosial Media
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Ketum PPP, Romahurmuziy saat mengisi acara Santiaji Caleg PPP DIY di Hotel Platinum, Minggu (24/2/2019) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Salah satu cara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk meraih target tiga besar nasional adalah dengan menggaet suara pemilih pemula atau milenial.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy menjelaskan para kader atau caleg harus mampu berkampanye dengan cara-cara yang milenial lakukan atau perlukan.

Baca: Emak-emak Pelaku Kampanye Hitam yang Sebut Jokowi Melarang Azan Dibawa ke Polda Jabar

Caranya, Romi menginstruksikan para caleg agar bisa melebur dan menjadi seperti yang milenial butuhkan dan lakukan. Dalam bahasa lain yakni 'Be Like Them'.

"Ya caleg harus bisa melakukan hal-hal untuk milenial, jangan hanya mengandalkan pengajian, tabligh akbar atau istighosah tapi juga perlu lewat acara try out, festival band atau acara-acara yang memang disukai oleh anak muda," katanya kepada wartawan usai acara Santiaji Caleg PPP DIY di Hotel Platinum, Minggu (24/2/2019) malam.

Baca: Jumlah Pendaftar Belum Penuhi Kuota, Bawaslu Sleman Perpanjang Pendaftaran Pengawas TPS

Baca: Komisi DPRD Kota Yogya Minta Pemkot Jalankan E-registrasi Secata Total Kepada Seluruh Pedagang Pasar

Selain itu, Gus Romi sapaan akrabnya menjelaskan, para caleg harus mulai menggarap kampanye secara digital melalui sosial media atau website.

Sosial media dan website menjadi langkah yang cukup efektif untuk meningkatkan engagement antara caleg dan user sebagai target pemilih.

"Saya sampaikan kepada para caleg bahwa sosial media saat ini sudah digunakan oleh setengah penduduk Indonesia artinya apa, kalau caleg tidak menggunakan sosial media ini jadi persoalan, maka mereka akan ditinggalkan oleh setengah pemilih, mereka harus aktif di sosial media, ya minimal facebook dan instagram," terangnya.

Langkah ini, kata Romi, sekaligus menekankan kepada masyarakat bahwa PPP bukanlah partai tua dan menepis anggapan yang selama ini melekat pada partai bergambar ka'bah ini.

Baca: Emak-emak Pelaku Kampanye Hitam yang Sebut Jokowi Melarang Azan Dibawa ke Polda Jabar

"Sampaikan bahwa PPP bukan partai tua, lha ketuanya saja paling muda di antara partai lainnya. Jadi ini bukan hanya rebranding cara kampanye tapi rebranding PPP," katanya.

Terpisah, Caleg PPP untuk DPR RI dari Dapil DI Yogyakarta, Qorinatul Hasinah menjelaskan langkah menggaet pemilih pemula bukanlah perkara mudah.

Ia menganggap pemilih pemula merupakan pemilih yang paling sulit dipetakan. Namun ia meyakini, instruksi dari ketua umum untuk menggunakan sosial media setidaknya akan membantu meraih porsi pemilih pemula untuk mencoblos partai bernomor urut 10 ini.

"Untuk kalangan tua kita gencarkan coblos Ka'bah, tapi kalau untuk anak muda ini yang kita harus bisa melebur, menjadi seperti apa yang mereka butuhkan, kita kenalkan partainya, nama calegnya, itu akan masuk," tambahnya. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved