Kulon Progo

Bawaslu Kulon Progo Sosialisasikan Regulasi Pemilu ke Lingkungan Kegaamaan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulon Progo menggencarkan sosialisasi tentang peraturan Pemilu ke berbagai tempat ibadah dan tokoh agama.

Bawaslu Kulon Progo Sosialisasikan Regulasi Pemilu ke Lingkungan Kegaamaan
internet
Logo Bawaslu 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulon Progo menggencarkan sosialisasi tentang peraturan Pemilu ke berbagai tempat ibadah dan tokoh agama.

Hal ini untuk meminimalkan munculkan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) dalam Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Kulon Progo, Ria Harlinawati mengatakan pemberian pemahaman atas regulasi Pemilu kepada masyarakat melalui tempat ibadah dan pemuka agama itu jadi bagian dalam program Sosialisasi Mobiling (Mobil Keliling) di tingkat akar rumput.

Hal itu dinilainya sangat penting mengingat selama ini tempat ibadah kerap dikunjungi kontestan Pemilu untuk berkampanye.

Padahal, regulasi jelas melarang penggunaan tempat ibadah untuk kampanye.

Baca: STIE Mitra Indonesia Siapkan Mahasiswa yang Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

"Selain itu, isu SARA yang menghantui Pemilu 2019 diharapkan juga bisa diminimalkan melalui sosialisasi ini," kata Ria pada Tribunjogja.com, Senin (25/2/2019).

Kegiatan sosialisasi menyasar tempat ibadah dan tokok keagamaan sudah beberapa kali dilakukan Bawaslu.

Pihaknya mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulon Progo untuk turut mensosialisasikan regulasi Pemilu ke lingkungan masing-masing.

Kegiatan dilanjut dengan menyambangi umat Katholik Santa Maria Tak bercela di Nanggulan, umat Hindu dan penganut kepercayaan Penghayat di Sanggar Parahiyangan Panepen Tirtalanceng, Samigaluh.

Baca: Bawaslu DIY Segera Petakan Daerah Rawan Pemilu

Bawaslu juga telah memberi sosialisasi kepada umat Kristen di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wates serta umat Buddha di Vihara Giriloka Girimulyo serta di beberapa masjid di Kabupaten Kulon Progo.

Diakui Ria, dari beberapa lokasi yang didatangi, masih banyak masyarakat yang kurang memahami larangan dalam Pemilu sehingga sosialisasi menjadi momen yang tepat untuk menjelaskan segalanya.

Pihaknya meminta agar masayrakat tidak takut melapor kepada pengawas Pemilu jiga menemukan dugaan pelanggaran tertentu di sekitar lingkungannya.

"Kami berharap sosialisasi iini bisa mendorong masyarakat lebih paham regulasi dan menjaga Pemilu 2019 bisa berjalan bersih dan damai tanpa ada ujaran kebencian maupun isu SARA," kata Ria. (*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved