Pendidikan

SDIT LHI Ajak Orangtua Siswa Awasi Penggunaan Gadget pada Anak

Di era digital sekarang ini, tak bisa dipungkiri penggunaan gadget tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari.

SDIT LHI Ajak Orangtua Siswa Awasi Penggunaan Gadget pada Anak
Tribun JOgja/ Noristera Pawestri
SDIT LHI menyelenggarakan Parenting Akbar bertajuk 'Membangun Imunitas Kidz & Teens Zaman Now dari Kecanduan Gadget & Pornografi' yang berlangsung di Jogja Expo Center, Minggu (24/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Di era digital sekarang ini, tak bisa dipungkiri penggunaan gadget tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari.

Kini, gadget tak hanya menyasar kalangan remaja maupun orangtua, namun sudah merambah ke kalangan anak-anak.

Untuk itu, perlunya kesadaran orangtua untuk mendampingi anak-anak ketika menggunakan gadget.

Berangkat dari fenomena tersebut, SDIT LHI menyelenggarakan Parenting Akbar bertajuk 'Membangun Imunitas Kidz & Teens Zaman Now dari Kecanduan Gadget & Pornografi' yang berlangsung di Jogja Expo Center, Minggu (24/2/2019).

Baca: 210 Peserta Ikut Tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di Pemkab Sleman

Kepala SDIT LHI, Mulatiningsih mengatakan, upaya tersebut tidak cukup apabila sekolah saja yang mengantisipasi anak-anak terhadap penggunaan gadget.

Menurutnya, perlunya kesadaran dan pemahaman bersama dari orangtua.

"Ketika tumbuh kesadaran bisa bersinergi bersama bagaimana mendampingi dan mengawasi anak dalam menggunakan gadget," ujarnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan, Sukamta menambahkan, gadget tidak selalu mengandung konten yang negatif.

Di sekolah, gadget diguna untuk menunjang pembelajaran. Seperti alat bantu menghitung atau penelitian misalnya.

Baca: Jumlah Laka Lantas yang Melibatkan Anak di Bawah Umur di Gunungkidul Semakin Banyak

Namun, apabila anak-anak terlalu fokus dengan gadget dan habis waktunya untuk bermain gadget maka bisa menyebabkan anak menjadi tidak berkembang kecerdasan sosialnya.

"Karena tidak lagi berinteraksi dengan manusia sehingga kecerdasan sosialnya terganggu," kata dia.

Lanjut Sukamta, selain itu, sekolah juga mempunyai kurikulum terkait dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sebab kata Sukamta, dunia digital tidak bisa dihindari, tetapi bagaimana caranya supaya anak-anak seimbang antara memanfaatkan digital sebagai media dengan pengembangan sosial kemanusiaan

"Perlu ada pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan gadget yang baik dan benar dan perlu pembatasan berapa lama berinteraksi dengan gadget," ucapnya. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved