Travel

Perajin Wayang Kulit di Taman Sari Yogyakarta Jadi Magnet Wisatawan

Kehidupan masyarakat setempat yang tinggal di sekeliling objek wisata berjuluk Water Kasteel ini rupanya jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Perajin Wayang Kulit di Taman Sari Yogyakarta Jadi Magnet Wisatawan
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Beberapa tempat asik yang bisa disinggahi wisatawan di sekitar Taman Sari. Ada coffee shop yang menyajikan kopi luwak, seniman lukis kaos dan tatah sungging. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wisata Taman Sari tak hanya menyajikan wisata bersejarah sebagai bagian dari Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kehidupan masyarakat setempat yang tinggal di sekeliling objek wisata berjuluk Water Kasteel ini rupanya jadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Penduduk setempat pun merespon dengan cara membuat beragam usaha sektor wisata sebagai upaya mendukung hidupnya industri wisata kreatif di sekitar objek utama Taman Sari.

Bila menyusuri perkampungan padat sekitar Taman Sari kita akan berjumpa dengan warga yang sehari-hari melakukan aktivitas berkesenian dalam upaya melestarikan kebudayaan setempat.

Baca: Lebih Dekat dengan Rizki Rahma Nurwahyuni, Dalang Cantik dari Yogyakarta

Ada Jumakir yang sehari-hari hampir pasti berada di rumahnya yang persis di sebuah sudut Taman Sari.

Pria yang berusia setengah abad lebih ini sudah hampir 43 tahun menjadi pembuat wayang kulit.

Sehari-hari aktivitas Jumakir menjadi sasaran foto pada wisatawan.

Aktivitas Jumakir memang terbilang sudah langka.

Pria yang sudah cukup beruban rambutnya ini membuat wayang kulit dengan teknik tatah sungging namanya.

Halaman
12
Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved