Pemilu 2019

Kecamatan Kraton Deklarasikan Jadi Kecamatan Anti Money Politic Ujaran Kebencian dan Hoak

Kecamatan Kraton Deklarasikan Jadi Kecamatan Anti Money Politic Ujaran Kebencian dan Hoak

Kecamatan Kraton Deklarasikan Jadi Kecamatan Anti Money Politic Ujaran Kebencian dan Hoak
Tribun Jogja/ Christi Mahatma Wardhani
Deklarasi Kecamatan Kraton menjadi kecamatan Anti Money Politic Ujaran Kemencian dan Hoak (Ampuh) di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Minggu (24/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Yogyakarta membentuk kecamatan Anti Money Politic Ujaran Kemencian dan Hoak (Ampuh). Kecamatan Kraton, merupakan kecamatan yang mendeklarasikan diri sebagai kecamatan AMPUH.

Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Tri Agus Inharto mengatakan ujaran kebencian dan hoak tidak boleh terproduksi di Kota Yogyakarta. Oleh sebab itu, semangat yang dimulai dari Kecamatan Kraton harus ditularkan kecamatan lain.

"Setelah Kecamatan Kraton nanti akan ada kecamatan lain, Kota Gede saat ini sedang bersiap-siap. Tentu tidak mudah dan perlu proses, perlu ada workshop -workshop dulu, perlu ada kesepakatan bersama, supaya kecamatan Ampuh ini bisa terbentuk," katanya saat deklarasi kecamatan ampuh di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Minggu (24/2/2019).

Baca: Mbah Bardi Ajak Warga Tanamkan Jiwa Sportifitas dan Kejujuran

Baca: 24 Caleg Deklarasi Anti Politik Uang di Desa Murtigading

Baca: Puluhan TPS di Kulon Progo Masuk Kategori Rawan, Polisi Siapkan Pengamanan Khusus

Dalam deklarasi tersebut hadir pula Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi.

Menurutnya money politic, ujaran kebencian, dan hoak merupakan salah satu penyakit terbesar demokrasi di Indonesia. Oleh sebab itu melalui deklarasi tersebut kecamatan Kraton telah menentukan sikap.

"Ini merupakan proses pemilu yang perlu kita jaga, sebagai bentuk demokratisasi di Indonesia. Salah satu penyakit terbesar di Indonesia adalah money politic, ujaran kebencian, dan hoak. Ini bagian penting untuk menyatakan sikap, sehingga konsisten, dna berpikir ulang jika melakukannya,"ujarnya.(tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved