Kota Magelang

Aksi 'Njegur Kali' di Kota Magelang, Warga Ramai-Ramai Bersihkan Sungai Manggis

Aksi 'Njegur Kali' di Kota Magelang, Warga Ramai-Ramai Kerja Bakti Bersihkan Sungai Manggis

Aksi 'Njegur Kali' di Kota Magelang, Warga Ramai-Ramai Bersihkan Sungai Manggis
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Puluhan relawan dan masyarakat ramai-ramai terjun ke sungai atau kali Manggis di Kelurahan Kedungsari, Kota Magelang, Minggu (24/2/2019) bekerja bakti, membersihkan kali Manggis. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Puluhan relawan dan masyarakat ramai-ramai terjun ke sungai atau kali Manggis di Kelurahan Kedungsari, Kota Magelang, Minggu (24/2/2019).

Mereka melakukan aksi 'Njegur Kali', bekerja bakti, membersihkan kali yang melintas kampung Kedungsari. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kelestarian lingkungan.

Warga RW 5 Kelurahan Kedungsari begitu antusias dengan aksi tersebut. Dengan membawa alat-alat sederhana, mereka terjun ke Kali Manggis, membersihkan sampah-sampah yang menggenangi kali yang melintas kampung. Begitu juga puluhan relawan yang tergabung dalam Komunitas Kali Bersih Kota Magelang (KKBM).

"Warga dan juga para relawan bersama-sama melakukan aksi "Njegur Kali" untuk bekerja bakti membersihkan kali yang melintas di kampung ini. Para anggota satpol PP pun juga ikut membantu. Semuanya kompak," ujar Ketua RW 5, Kedungsari, Sutrasno, Minggu (24/2/2019).

Baca: BMKG Prediksi Curah Hujan Meningkat, BPBD DIY Himbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Sutrasno mengatakan, aksi Njegur Kali ini dilakukan atas kesadaran warga sendiri. Masyarakat setempat hidup di pinggir kali, sehingga kali menjadi bagian dari tempat tinggal. Oleh karena itu, warga merasakan perlu untuk menjaga kebersihan kali, agar kali tetap lestari dan terjaga kebersihannya.

Meski telah dijaga, masih saja ada warga yang membuang sampah di kali, seperti pampers, botol kaca dan sampah lain yang mengotori kali. Sampah yang dibuang tersebut selain membuat kotor juga membahayakan. Pemandangan itu dapat terlihat saat sungai dalam keadaan surut.

"Masih ada lho yang buang sampah sembarangan. Kalau sungai pas 'asat' atau surut, maka akan terlihat jelas benda sampah di dasar sungai. Oleh karena itu bersama dengan kerja bakti ini, kami mengajak warga untuk sadar akan pentingnya menjaga kebersihan kali," tuturnya.

Sutrasno juga mengatakan kegiatan ini juga dapat mengakrabkan antar warga. "Ya kegiatan ini juga untuk menjaga kerukunan warga dan menjalin tali silaturahmi agar kami semakin guyub,' ujarnya.(tribunjogja)

Penulis: rfk
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved